Pengalaman Bertemu dan Mengajar Malaikat Kecil Cirengrang Sukabumi

gerakan sukabumi mengajar malaikat kecil cirengrang sukabumi
gerakan sukabumi mengajar malaikat kecil cirengrang sukabumi

Tulisan ini berisi pengalaman bertemu dan mengajar para malaikat kecil Cirengrang Sukabumi dan perasaan relawan Gerakan Sukabumi Mengajar Batch 3. Mari simak kesannya melihat kondisi pendidika pelosok Sukabumi.

Shaw berkata, “Bintang tidak tampak saat terang karena matahari bersinar lebih kuat, namun bintang-bintang tersebut masih di sana, Ariella. Hanya karena kau tidak dapat melihatnya bukan berarti mereka tidak ada . Begitu juga impian dan iman. Bila kau mempunyai mimpi untuk membuat desa ini lebih baik, kau akan dapat melakukannya”. [Laki-laki dengan bintang di mata]

Saya memang bukan lahir di Sukabumi tetapi hampir 18 tahun besar di bumi ini. Anak desa yang tidak pernah bermain kemana-mana kecuali pantai pelabuhan ratu, itu pun jika ada yang mengajak. Hanya tahu bahwa Sukabumi itu daerahnya luas dan memiliki beragam keindahan alam.

Faktanya, selama liburan semester ini saya melihat dengan mata kepala sendiri ada daerah yang jauh dari keramaian. Perlu melintasi bukit demi bukit dan sungai demi sungai untuk menyapa wilayah tersebut.

Baca juga: Secerca Kasih Sayang untuk Anak-Anakku

Bertemu 8 Malaikat Kecil Cirengrang Sukabumi

Ketika pertama kali tiba, 8 malaikat kecil Cirengrang Sukabumi, mereka tengah bergumul dengan papan catur yang menjadi hiburan mereka. Saya bertemu anak-anak tersebut di sekolah dengan bangunan yang masih tampak baru. Tempat mereka menimba ilmu. Kesan pertama saya, anak-anak tersebut seperti spektrum warna yang unik.

Pengajar mereka satu-satunya, seorang guru honorer belum hadir mengajar. Lebih jelasnya, belum tentu bisa hadir setiap hari ke sekolah, karena rumahnya cukup jauh dari Cirengrang. Kalau hujan mendera bumi, sang guru kemungkinan besar tidak akan datang, karena kondisi jalan yang sulit untuk dilewati kendaraan.

Meski rupa pendidikan di Cirengrang jauh dikatakan memadai layaknya sekolah di kawasan perkotaan, mereka selayaknya mendapat hak yang sama. Mereka adalah harapan yang harus diperjuangkan, memang benar demikian. Semangat belajarnya sangat tinggi, jiwa pejuangnya tidak terkalahkan. Segala keterbatasan dihadapi dengan kesabaran yang begitu besar. Mimpi dan harapan akan selalu disuarakan, sampai kapanpun itu. Mereka berhak untuk belajar, belajar dan belajar.

Dari Pengalaman menjadi Relawan Gerakan Sukabumi Mengajar Batch 3 dan terlepas dari fakta tersebut, saya bersyukur bisa belajar kehidupan dari mereka. Saya bersyukur ditakdirkan bertemu dengan kawan-kawan yang mau keluar dari zona nyaman untuk hidup bersama memahami pendidikan Sukabumi yang belum sesuai amanat undang-undang hak atas memperoleh pendidikan yang sama, meski tidak demikian adanya.

Baca juga: Mahasiswa Peduli Kondisi Pendidikan Pelosok Melalui Gerakan Sukabumi Mengajar

Saya yakin anak-anak Cirengrang adalah bintang masa depan Sukabumi. Mereka memiliki cita-cita seperti anak Indonesia lainnya. Perjuangan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi nilai tambah dan haru ketika mendengarnya.

Tulisan ini setidaknya sebagai ungkapan rasa syukur saya atas takdir bisa bertemu mereka juga sebagai pengingat diri bahwa hidup saya hanya sementara di bumi pertiwi sedang diri ini belum bisa bermanfaat bagi sesama. Sebagai orang terdidik saya sadar akan kewajiban mencerdaskan dan berkontribusi nyata kepada negeri tercinta ini, Indonesia.

 

Ditulis Oleh: Muhammad Fakhrully Akbar

1 Trackback / Pingback

  1. Perang Hastag E-commerce #unisntallbukalapak, Emangnya Udah Belanja Online apa Hari ini? - Sabumi Sukabumi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.