Kondisi Fasilitas Pendidikan Di Pelosok Sukabumi Mengkhawatirkan

fasilitas pendidikan di pelosok sukabumi

Beberapa waktu yang lalu, dari pendistribusian bantuan menyadari bahwa fasilitas pendidikan di pelosok Sukabumi tidak cukup baik dari Kampung yang didatangi. Kami mendistribusikan sepatu dan perlengkapan Sekolah dari keluarga Mohammad Ridho kepada siswa yang membutuhkan. Alangkah senang rasanya bisa menapaki langkah demi langkah kebaikan dari donasi yang telah diberikan oleh teman-teman.

Donasi demi donasi dapat membuat Sabumi volunteer terus turut terlibat untuk mendukung kegiatan fasilitas pendidikan di pelosok Sukabumi.

Senin, 12 Maret 2018, Kami pergi bersama untuk melakukan pendisribusian donasi, sandal, sepatu, dan perlengkapan sekolah. Kampung yang kami tuju adalah Ciawitali yang merupakan bagian dari Desa Nagrag Jaya, RT 03/ RW 05, Kecamatan Curug Kembar, Â Kabupaten Sukabumi.

Baca juga : Ada 327.233 Orang Peserta Paket C SMA Mengikuti Ujian Akhir Menggunakan Komputer

Dari Distribusi Donasi Mengetahui Kondisi Fasilitas Pendidikan di Pelosok Sukabumi

Jalur Penyaluran Disribusi Bantuan Perlengkapan sekolah
Jalur Penyaluran Disribusi Bantuan Perlengkapan sekolah

Saya pergi bersama Rivan Amirullah (23 tahun), Tri Dilla Adrilianti (23 tahun), Arsal (21 tahun), Sultan (17 tahun), dan Amu 15 tahun) menuju kampung tersebut. Kami memutuskan donasi sepatu dan perlengkapan sekolah disalurkan ke sana, karena anak-anak di sana memang membutuhkan bantuan dari segi alat sekolah dan sarana fasilitas pendidikan di pelosok sukabumi.

Alasan lainnya, berdasarkan informasi dari Rivan Amirulloh yang aktif sebagai relawan sosial bahwa ada sekolah yang masih berdinding dan lantai papan. Kondisinya dalam keadaan rusak pula.

Akses menuju lokasi distribusi donasi tidak bisa capai dengan sepeda motor. Setelah melakukan perjalanan dari Sukabumi Kota, motor di simpan di rumah warga di Jalan Rawabungur. Selanjutnya, perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki dengan memanggul tas ransel ala anak gunung yang mau camping.

Sultan yang merupakan warga Desa Curug Kembar menjelaskan bahwa ada dua akses jalan untuk bisa sampai ke kampung Ciawitali. Pertama, melalui jalan Sindangsari dan jalan Rawabungur. Tetapi Jalan Sindangsari sukar dilintasi karena terutup tanah yang longsor beberapa hari yang lalu.

Tidak Bisa Menggunakan Sepeda Motor Sampai Lokasi
Tidak Bisa Menggunakan Sepeda Motor Sampai Lokasi

Jadi, kami pun menggunakan akses jalan Rawabugur untuk bisa sampai ke Kampung Ciawitali dengan jarak 3 km. Kondisi jalannya tidak kalah menyedihkan, karena medan yang berbatu dan tanah bercampur lumpur bekas longsor beberapa tahun lalu. Jadi jalan Rawabungur pun pernah terkena longsong juga.

Setelah sampai di Kampung Ciawitali, kami baru memperoleh informasi lebih akurat bahwa Bangunan sekolah tersebut merupakan Sekolah MTs Al-Hidayah dengan siswa 60 orang. Kondisi tersebut yang menguatkan langkah kami menuju Kampung Ciawitali. Bapak Kamiludin Jamil sebagai Kepala sekolah bercerita, “MTs. Al- Hidayah berdiri pada tahun 2010. Pembagunannya pun berkat gotong-royong warga”.

Hingga sekolah tersebut kami datangi belum ada perbaikan sekalipun pada bangunannya. Bangunan sekolah tersebut semakin mangalami kerusakan waktu seiring berjalannya waktu dan menggambarkan kurangnya pemeliharaan fasilitas pendidikan di pelosok Sukabumi

Baca juga : Tidak Hanya Sibuk Di Jalanan, Driver Online Gojek STOC Berbagi Wakaf Juz Amma

Donasi Telah Disampaikan Kepada Anak-Anak Sekolah Di Kampung Ciawitali Desa Nagrag Jaya

Kondisi Fasilitas Pendidikan di Pelosok Sukabumi
Kondisi Fasilitas Pendidikan di Pelosok Sukabumi

Kami bersyukur sekali distribusi donasi telah kami lakukan. Tanggung jawab sebagai penyalur bantuan berjalan dengan baik. Bantuan telah diterima oleh anak-anak sekolah di Kampung Ciawitali, Desa Nagrag Jaya.

Setelah bantuan diberikan, Bapak Kamiludin Jamil pun berharap dapat dibangun perpustakaan atau taman baca masyarakat di sekitar Sekolah MTs Al-Hidayah. Menurutnya, pendirian perpustakaan dapat meringankan anak-anak dalam mengakses buku sekolah. Tujuan utamanya, anak-anak bisa bisa menambah wawasan dengan membaca buku yang tersedia di dekat tempat tinggal mereka.

Membicarakan Kondisi Pendidikan di Kampung Ciawitali
Membicarakan Kondisi Pendidikan di Kampung Ciawitali

Fasilitas Pendiidkan di MTs Al-Hidayah dapat dikatakan kurang layak sebagai fasilitas pendidikan. Apalagi bangunannya mengalami banyak kerusakan, lantai dan dinding tampak tidak kuat menahan beban. Kalau dipikir-pikir, fasilitas pendidikan bangunan sekolah selayaknya dapat memberikan rasa aman bagi semua siswa untuk belajar bersama guru mereka.

Namun, nasib yang mereka terima sungguh berbeda. Para siswa harus terus belajar dengan kondisi was-was. Fasilitas pendidikan di pelosok sukabumi sudah tidak layak untuk digunakan Sebagai tempat belajar. Ya begitulah faktanya, Kondisi fasilitas pendidikan di Pelosok Sukabumi itu memang mengkhawatirkan.

 

Penulis : Galang

One thought on “Kondisi Fasilitas Pendidikan Di Pelosok Sukabumi Mengkhawatirkan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.