Cerita Relawan GSM Batch 3: Melihat Lebih Dekat Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Saya ingin bercerita pengalaman saya menjadi relawan Gerakan Sukabumi Mengajar Batch 3 (GSM Batch 3) dengan melihat lebih dekat kondisi pendidikan pelosok Sukabumi.

SDN Cirengrang adalah satu gambaran sekolah yang terletak di pelosok Sukabumi. Dahulu, bangunan gedung sekolah tersebut hanya sebuah gubuk nan sederhana. Lantai tanah, kursi dan meja yang telah usang. Sangat jauh dari gambaran sekolah yang menyenangkan di daerah yang dekat dengan wilayah perkotaan.

Lalu, dari upaya, doa, dan harapan memiliki fasilitas pendidikan lebih dekat. Akhirnya sekolah SDN Cirengrang dibangun. Jadilah sebuah gedung sekolah yang layak. Meskipun hanya terdapat dua ruang kelas, setidaknya sekolah ini lebih nyaman bagi mereka. Dari sekolah ini perjuangan mewujudkan mimpi dan cita-citanya dimulai.

Mau tahu berapa orang anak yang bermimpi tentang masa depannya di sekolah ini? Tidak banyak.

Baca juga: Lintas Harapan Tanah Manukur Sukabumi

8 Orang Anak Menggapai Mimpi dengan Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumi yang Serba Terbatas

Jumlah anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di SDN Cirengrang memang tidak banyak. Hanya terdapat 8 anak, namun menjadi inspirasi. Dari 8 anak tersebut mereka adalah:

  • Fatimah & Faisal (Kelas 2),
  • Anggi, Andi, & Arif (Kelas 3),
  • serta Rahman, Lusi & Sera (Kelas 5).

Tetapi jangan ditanya soal mimpi. Mereka memiliki mimpi yang begitu banyak dan setinggi langit. Katanya mimpi harus setinggi langit, agar kalaupun terjatuh tetap bersama bintang. Anak-anak tersebut sudah menciptakan masing-masing cita-cita untuk masa depan kelak.

Mimpi-mimpi setinggi langit itu sedang diupayakan dirajut oleh hanya satu orang guru saja. Begitulah kondisinya, SDN Cirengrang hanya memiliki satu orang guru, namanya Pak Dadang yang menjadi sosok dibalik semangat mereka. Tetapi, nasib kondisi pendidikan pelosok Sukabumi memang serba terbatas, Pak Dadang ternyata hanya seorang guru honorer.

Sosok Pak Dadang ini menjadi teladan bagi murid-muridnya. Dia tetap menunjukkan semangat dan ketulusan saat mengajar. Dari menulis, membaca, menghitung dan memberi pemahaman bahwa pendidikan sangat penting bagi masa anak-anak.

Di sisi lain, murid-muridnya sering merasa sedih, karena Pak Dadang tidak hadir mengajar setiap hari.  Untuk berprofesi sebagai guru honorer di daerah pelosok Sukabumi itu tidak mudah. Pak Dadang harus menghabiskan waktu 2-3 jam ke sekolah melalui jalan perbukitan dan sungai.

Musim kemarau menjadi waktu terbaik untuk belajar, karena Pak Dadang dapat melewati akses perjalanan lebih mudah untuk dilewati. Namun, ketika musim penghujan tiba, Pak Dadang harus berpikir matang-matang untuk melewati aliran sungai yang meluap. Kalau sudah begitu, langkah terpaksa mundur dan menanti hari esok untuk datang ke SDN Cirengrang.

Begitulah adanya, harapan dapat dilayangkan setinggi langit, namun harus penuh perjuangan. Tentu saja tidak mudah!

Baca juga: Menghentikan Waktu Berlibur Besama Wisata Puncak Angin Sukabumi

Pengalaman Berharga Melihat dari Dekat Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumiㅤㅤ

Cerita di atas adalah cerita tentang pengalaman yang menjadi kesempatan luar biasa. Saya dapat melihat kondisi keterbatasan dalam dunia pendidikan di daerah pelosok. Dibalik itu, kami melihat sosok kuat dan semangat untuk membantu anak-anak merajut mimpi mereka.

Pengalaman menjadi relawan GSM Batch 3 membuatku memahami bahwa hidup ini merupakan derap langkah panjang untuk menebar banyak kebaikan. Lelah kaki kami melangkah selama empat jam untuk sampai menginjakkan kaki di Kampung Cirengrang.

Menurut saya, Kampung Cirengrang adalah tempat istimewa yang tidak pernah kami kunjungi sebelumnya. Sebuah perkampungan yang  menjadikan kami semua pribadi yang tidak mudah menyerah. Pengalaman yang mungkin akan diceritakan kepada orang-orang dekat, keluarga, teman, sahabat, anak atau bahkan cucu. Cerita yang memiliki banyak makna.

Lokasi GSM Batch 3: Kampung Cirengrang, Desa Rambay, Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ditulis Oleh: Aria Sopan Hidayat.

Dituliskan pula di akun instagram pribadinya. ㅤㅤ

2 thoughts on “Cerita Relawan GSM Batch 3: Melihat Lebih Dekat Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.