Sat. Apr 20th, 2024
    Kurma Impor dari IsraelKurma Impor dari Israel

    Badan Pusat Statistik (BPS) dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kurma impor dari Israel yang diimpor di Indonesia. Hal itu ditegaskan untuk menanggapi pemberitaan mengenai aksi boikot produk yang terkait negara Israel, termasuk kurma pada saat bulan Ramadan.

    Amalia Adininggar Widyasanti, yang menjadi Pelaksana Tugas Kepala BPS, menyatakan data impor kurma ke Indonesia selama periode Januari-Februari 2024 menunjukkan bahwa mayoritas kurma berasal dari negara-negara seperti Tunisia (29,66 persen), Mesir (28,35 persen).

    Selebihnya dari Iran (9,30 persen), Arab Saudi (8,61 persen), dan negara lainnya (24,07 persen). Berasal dari data BPS tersebut, tidak ada satupun impor kurma yang berasal dari Israel.

    Artikel menarik lainnya: Doa Sholat Tarawih Perlu Diketahui Dalam Menyambut Malam Ramadan Penuh Berkah

    Impor Kurma Meningkat Jelang Bulan Ramadan 2024 Tanpa Keterlibatan Israel

    Dari data BPS, terjadi peningkatan impor kurma berdekatan bulan Ramadan atau pada bulan Februari 2024. Total nilai impor hingga USD17,18 juta, mengalami kenaikan sebesar 25,77 persen dibandingkan periode sebelumnya. Adapun volume mencapai 11,24 ribu ton.

    Secara spesifik, volume impor kurma pada bulan Februari 2024 mengalami peningkatan sebesar 51,28 persen atau sebanyak 3,81 ribu ton. Hal itu dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Januari 2024.

    Tunisia, Mesir, Iran, dan Arab Saudi sebagi negara pemasok terbesar kurma ke Indonesia. Sementara impor kurma dari Israel tidak tercatat. Bahkan, secara year on year (yoy), impor kurma ke Indonesia pada Februari 2024 mengalami penurunan sebesar 12.790 ton.

    Hal itu dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Meskipun, total impor kurma Januari-Februari 2024 masih relatif lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kurma Halal Namun Penjualannya dari Israel Dinyatakan Haram

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) telah menyatakan mendukung boikot produk-produk yang terkait dengan Israel. Hal itu termasuk kurma buatan negara tersebut. Produk kurma asal Israel dianggap haram. Hal ini ditegaskan sebagai bagian dari dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

    PBNU mendukung fatwa haram MUI terhadap produk kurma Israel. PBNU menilai aksi boikot tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Palestina. Mereka menegaskan bahwa tidak masalah dengan buah kurma itu sendiri.

    Namun menjai haram adalah pemanfaatan hasil keuntungan dari penjualannya yang digunakan untuk memperkuat tindakan yang melanggar hak asasi manusia di Palestina.

    Masyarakat merasa perlu memastikan asal-usul produk yang dibeli, termasuk kurma. Hal itu dianggap upaya menghindari dosa. Oleh karena itu, membeli produk kurma yang berasal dari Israel harus dihindari, karena transaksinya dianggap haram.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kurma impor yang beredar di Indonesia tidak melibatkan produk dari Israel. Boikot produk Israel, termasuk kurma, merupakan bagian dari upaya mendukung kemerdekaan Palestina dan mencegah dukungan finansial terhadap tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

    Artikel menarik lainnya: Hukum Sikat Gigi Saat Puasa: Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Selama Ramadan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *