Wed. May 15th, 2024
    Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan KeluargaNiat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

    Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga yang Perlu Diketahui. Zakat merupakan kewajiban kepada setiap muslim yang telah memenuhi beberapa syarat. Pada dasarnya, zakat dimaksudkan untuk saling membantu ketika mereka membutuhkan. Zakat tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya tetapi menawarkan banyak manfaat bagi pemberi (muzaki).

    Memberkati dan menyucikan harta menjadi salah satu manfaat yang didapat. Pemberian kepada mereka yang membutuhkan adalah bentuk rasa syukur atas nikmat yang diterima.

    Zakat Fitrah adalah kewajiban. Jadi tidak ada orang yang bisa meninggalkannya. Meski ada kendala, Islam memudahkan orang lain memberi kemudahan. Lalu, perlu dipahami niat zakat agar sah dan diterima, karena semua ibadah selalu melibatkan niat.

    Seruan Memberi Zakat Fitrah

    Seruan mengeluarkan zakat fitrah tertuang dalam surat At-Taubah ayat 103 Allah SWT. Karena memberi banyak manfaat bagi orang banyak lain umat Islam.

    “Ambillah zakat dari harta mereka, dengan zakat itu kamu bikin bersih dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103).

    Pada dasarnya jenis zakat terbagi menjadi dua, yaitu zakat nafs (jiwa) atau zakat fitrah, dan zakat maal (kekayaan). Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan setiap muslim sebelum Idul Fitri di bulan suci Ramadhan.

    Zakat fitrah harus dibayarkan bagi setiap jiwa dengan syarat mereka beragama Islam. Waktunya ketika berjalannya sebagian bulan Ramadhan dan sebagian bulan pertama Syawal (malam hari raya). Jumlahnya berupa beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per orang.

    Pembayaran zakat fitrah dapat dititipkan kepada orang tua atau saudara kandung. Sehingga tujuannya berbeda-beda tergantung kepada siapa zakat tersebut ditujukan.

    Kondisi yang Membuat Orang Wajib Membayar Zakat

    Mengutip nu.or.id, Muhammad bin Qasim Al-Ghazi menyebutkan dalam Fathul Qarib bahwa ada tiga syarat yang mewajibkan orang untuk membayar zakat.

    1. Agama Islam
    2. Menemui waktu wajib zakat, yaitu akhir Ramadhan dan awal Syawal. Orang yang meninggal sebelum datangnya Syawal pertama tidak wajib membayar zakat fitrah, sebagaimana bayi yang lahir setelah akhir bulan Ramadhan.
    3. Mempunyai makanan pokok yang melebihi kebutuhan dirinya dan keluarganya saat hari raya atau malam hari.

    Umat Islam memiliki kewajiban membayar zakat, tidak semua orang terpaksa memikul sendiri beban kewajibannya. Apabila si A yang bertanggung jawab menafkahi B wajib membayar zakat kepada si B. Misalnya, seorang ayah wajib membayar zakat fitrah kepada anak tanggungannya untuk nafkah.

    Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

    Dalam konteks zakat fitrah, niat lebih dibutuhkan daripada ijab qabul. Karena zakat bukanlah praktik transaksional (akad), seperti halnya jual beli atau sewa. Tidak diharuskan penerima mentransfer manfaat kepada pemberi berdasarkan apa yang diterima.

    Niat adalah niat untuk melakukan suatu tindakan tanpa ragu-ragu. Meskipun niat adalah masalah hati, dianjurkan untuk membaca (talaffudh) karena membantu untuk mengkonfirmasi niat.

    Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan niat zakat fitrah untuk keluarga berikut:

    1. Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

    Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri an nafsi fardho lillahi taala

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

    Berikut ini niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan tujuan zakat fitrah untuk keluarga sebagai berikut:

    2. Berniat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

    Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ja nafsi fardho lillahi taala

    Adapaun artinya: “Aku memiliki niat memberikan zakat fitrah kepada diri saya sendiri sebagai fardhu karena Allah Taala.”

    3. Zakat Fitrah Untuk Keluarga: untuk istri

    Nawaitu dan ukhrija zakaatal fitri dan zaujati fardho lillahi taala.

    Berarti: “Aku berniat memberikan zakat fitrah untuk istriku fardhu demi Allah Taala.”

    4. Berniat Zakat Fitrah Untuk Keluarga: Suami

    Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri an zauji fardho lillahi taala

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk suamiku fardhu karena Allah Taala.”

    5. Niat Zakat Fitrah Keluarga: suami

    Nawaitu al ukhrija zakaatal fitri dan zauji fardho lillahi taala

    Adapun Artinya: “Aku memiliki niat memberikan fitrah untuk sumiku yang wajib karena Allah Taala.”

    6. Zakat Fitrah Untuk Keluaraga: Anak Perempuan

    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…(ucapkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

    7. Niat Zakat Fitrah Untuk Keluarga: Bagi anak perempuan

    Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri’ an binti fardhan lillahi ta’ala

    Itu berarti: “aku akan memberikan zakat fitrah kepada putri saya… (sebutkan namanya), diwajibkan karena Allah Taala.”

    8. Niat Zakat Fitrah Untuk Keluarga: untuk Putra

    (Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri’ an waladi fardhan lillahi ta’ala)

    Adapun artinya: “aku akan memberikan zakat fitrah kepada anak saya… (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

    9. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

    (Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri Anni wa an jami’i ma yalzimuniy afaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala)

    Itu artinya: “Saya berniat memberikan zakat fitrah kepada diri saya dan kepada semua orang yang bergantung pada fardhu demi Allah Taala.”

    Artikel menarik lainnya: Perkara-Perkara yang Tidak Boleh Dilakukan Atau Wajib Ditinggalkan Saat Puasa Ramadhan

    10. Niat Zakat Fitrah untuk Orang Lain untuk yang Diwakilkan

    (Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri’ an (……) fardhan lillahi ta’ala)

    Itu berarti: “Saya akan memberikan zakat fitrah…… (berikan nama), fardhu karena Allah Taala.”

    Demikian artikel tentang Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga yang Perlu Diketahui. Niat ini bisa dilafalkan dalam bahasa sendiri karena hakikatnya hanyalah “sarana bantuan” untuk meneguhkan niat memberikan zakat fitrah baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

     Artikel menarik lainnya: Apa Artinya Qiyamul Lail dan Keutamaan Menjalankan di Bulan Ramadhan?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *