Rinduku Tak Terbatas Waktu

Rinduku tak terbatas waktu untuk dirimu
Rinduku tak terbatas waktu untuk dirimu

Aku menangis dan rinduku tak terbatas waktu mengingatmu di penghujung malam. Apakah kau merasakan kerinduan yang sama?

Tetapi bagaimana aku bisa tahu, Sedangkan kita tak bersama. Hanya meramu kasih dalam diam bersama berbagi angan.

Cepatlah pulang wahai kekasihku. Kembalilah padaku. Aku ingin segera bertemu.

Dirimu adalah pandora kebahagiaan. Caramu mencintaiku begitu sederhana. Namun kau selalu membuatku merasa istimewa.

Perlakuanmu padaku begitu syarat makna. Hingga, aku benar-benar jatuh cinta padamu. Rasa yang tak pernah tercipta sebelumnya. Aku meyakini kaulah belahan hati pertamaku.

Semua tentang ingatan akan dirimu saat kau mendekapku. Aku ingin kau memberi tatapan itu lagi. Tatapan hangat untukku. Matamu bertemu mataku membuatku tersipu malu.

Aku tak pernah meragu untuk terus menumbuhkan rasa. Aku masih ingat saat membuatmu dihujani rasa cemburu. Tetapi saat itulah kau menunjukkan sikap manismu padaku.

Cemburumu adalah bukti aku tak perlu menyakinkan diriku bahwa kau begitu menyukaiku. Rona wajahmu membuatku yakin hatimu hanya untukku.

Suatu kali kau pernah bertanya, “Kapan kau mulai menyukaiku.” Tentu saja aku tak bisa menjawabnya. Karena sejak pertama menemukanmu, aku merasakan telah menjadi dengan bagian hidupmu.

Saat kau bersamaku, ada rupa cinta yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Hingga akhirnya aku benar-benar menjaga hatiku untukmu.

Meski kini kau masih tak ada di sini. Tetapi, kau tetap bisa membuatku merasa tenang. Karena semua cerita tentang suka dan getirnya hidupmu telah kuketahui. Aku senang bisa mendengar keluh kesahmu dan menghabiskan waktu bersama mendengar ceritamu.

Inginku habiskan sisa hidupku bersamamu dan berbagi pelukan yang menghangatkan jiwaku.

Wahai kekasih pemilik hati yang kurindukan. Aku begitu menyayangimu. Kucinta dengan segenap hatiku.  Namun, sampai kapan takdir memisahkan kita.

“Akankah tetap ada diriku dibenakmu?” Bisikku dalam hati. Bagimana pun bimbang terkadang hadir menyapa diriku.

Aku akan menguatkan cinta hingga kau kembali. Tak ingin menanti lebih lama.

Keyakinanku, hingga waktunya nanti bahagia akan datang. Walaupun tangisku tak bisa bersembunyi.

Tetapi aku yakin kamu adalah sosok yang dibutuhkan menjadi pasangan hidupku nanti.

Baca juga: Dua Insan Saling Mencintai Namun Tidak Bersama

Ditulis Oleh: Peggie Widya Putri

Foto: Denden Darian

Untuk rinduku yang tak terbatas waktu dan selalu menantimu

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Harapan Hampa yang Memainkan Rasa - Sabumi Sukabumi
  2. Rembulan dari Bunda - Sabumi Sukabumi
  3. Menguatkan Hati Mengingatmu yang Pergi Tanpa Kata - Sabumi Sukabumi
  4. Bersama Rindu yang Membisu - Sabumi Sukabumi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.