Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Puisi Sabumi

Puisi: Perindu dan Sang Malam

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Malam pekat tidak terlalu memikat untuk mereka yang acuh pada hakikat
Sunyi dan hening menjadi dua teman setia penghias malam
Segelintir insan memandang malam adalah ancaman
Adapula yang melihatnya sebagai buaian.

Tetapi cukup! Abaikan segelintir itu berucap!
Malam gelap itu nikmat untuk cinta mencari hakikat
Ia adalah kenyamanan dan ketentraman bagi pamuncak rasa cinta, yaitu sang rindu

Bersamanya sang rindu tak kaku dan malu untuk menampakkan keelokannya
Dengannya sang rindu tenteram duduk manis bersemayam

Aduhai alangkah sialnya jikalau satu malam terbengkalai
Suatu kekhilafan mencampakkan sang rindu yang hanya patuh padamu.
Terima kasih gelap malam telah mengerti kehendak sang rindu yang pemalu

 

Karya: Daniel Pujangga

Untuk para perindu dan sang malam

Foto Perindu dan Sang Malam: Toed Sabumi

Baca puisi lainnya:

Sendiri Menatap Langit Mendung Sore ini dan Bayangmu Hadir

Ketukan Hati Manusia Dikala Bencana

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close