Melupakanmu Bersama Deru Suara Vespa Tanpa Rindu

deru suara vespa itu
deru suara vespa itu

Sore kemarin, aku melewati jalan itu lagi

Sebuah jalan yang kau katakan jalan cinta

Alasannya sederhana

Katamu di sana ada banyak kenangan dan cerita kita

Tentang cinta di jalan menanjak dan menurun

Seperti irama cinta yang kita alami bersama waktu itu

 

Kita pernah merasakan cinta yang menanjak dan getarannya pun mungkin tiada tanding

Apalagi ditambah deru suara vespa yang kukemudikan

Dibelakangnya ada kamu

Perempuan cantik yang memeluk kuat tubuhku di tanjakan itu

 

Kau tertawa ceria dan aku tentu senang-senang saja

Meski tak benar-benar bisa mendengar suaramu yang bersaut-sautan dengan deru suara vespa itu

Siapa yang tak bahagia menelusuri jalan cinta bersama kekasihnya?

 

Kita pernah merayakan hari baik bersama

Membiarkan kisah kita mengikuti laju roda yang membawa kita entah kemana

“Biarlah tersesat hingga menemukan arahnya sendiri,” katamu

Yang penting ada cinta kita berdua

Hatiku pun terhanyut semakin dalam dan setuju menjadi sopir pribadimu tanpa tujuan

 

Namun kisah kita sudah berlalu…

Dan sayangnya aku tiba-tiba mengingatmu

Tentang kejadian di jalan menurun itu

Tanpa sebab setelah tiga tahun bersama

Kau katakan ingin berpisah dariku

Aku tentu saja terkejut

Lalu bertanya, “Apakah kau sudah menemukan deru suara yang lebih berisik dari vespaku”

“Iya,” jawabmu dan “pergi,” kataku

 

Sore kemarin aku benar-benar ingin melupakanmu

Pergi dengan mengendarai vespa yang sama

Dan mencari tempat untuk melupakanmu dan tentu saja membuang rindu

Aku ingin membencimu dan merobek surat undangan pernikahanmu itu

Ditanganku, ada nama orang lain di sana… Bukan diriku…

 

Puisi lainnya: 

Takdir Kepalsuan Semesta Alam

Bersama Rindu yang Membisu

1 Trackback / Pingback

  1. Sendiri Menatap Langit Mendung Sore ini dan Bayangmu Hadir - Sabumi Sukabumi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.