Harapan Hampa yang Memainkan Rasa

Harapan Hampa memainkan rasa puisi peggy widya putri

Teringatku waktu kecil, tangisanku hanya untuk luka di tubuh bukan untuk harapan hampa

Atau saat ingin memiliki sesuatu yang sederhana seperti buku atau kotak pinsil yang lucu

Hanya sebatas itu…

 

Namun kini… Semua berubah

Tangisku untuk sebuah pengharapan yang kosong

Air mataku dikeluarkan untuk menepis rasa haru

Sedihku untuk sebuah rasa yang terpendam

Karena cinta dan rindu tak bisa menyapa dalam waktu yang sama

 

Hinaan dan cacian yang kuterima saat beranjak dewasa

Seakan semua menjadi biasa didengar di telinga

Membuatku ingin menjadi tuli saja

Agar berisiknya tidak merasuk di dalam jiwa

 

Aku menjadi merasa tak berdaya

Bagaikan boneka yang dimiliki orang lain

Dipermainkan tanpa perasaan

Boneka yang selalu mengikuti gerakan sang pemiliknya

Boneka yang selalu terdiam ketika kulit-kulit halusnya dirusak

Diperlakukan sesuka hati

 

Hal yang kusuka saat aku berdiri di antara derasnya hujan

Karena terpaan airnya menyembunyikan duka

Menyembunyikan air mata menyatu jatuh ke bumi

 

Aku juga suka ketika desahan angin menyapa tubuhku

Seolah berbisik di telingaku

Dan berucap, “Kau pasti bisa menghadapi semuanya”

 

Hingga aku terlelap dan tebuai dalam mimpi

Membiarkan malam menghanyutkan hidupku bersama gelapnya

Tidak peduli mimpi itu akan menjadi nyata atau hanya harapan hampa

 

Ditulis Oleh Peggy Widya Putri

Tentang harapan yang selalu memainkan rasa

Puisi lainnya: Rinduku Tak Terbatas Waktu

Dua Insan Saling Mencintai Namun Tidak Bersama

2 thoughts on “Harapan Hampa yang Memainkan Rasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.