Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Puisi sabumi

Dua Insan Saling Mencintai Namun Tidak Bersama

Cinta itu punya cerita dan misterinya sendiri,menyaru bersama hubungan menyatunya dua insan. Meski, terkadang mungkin terdengar aneh, adakalanya memadu kasih namun tidak bersama. Bagaimana bisa dua orang saling mencintai, lalu memutuskan tidak melangkah ke tujuan yang sama.

Kita hidup di dunia yang apapun bisa terjadi. Di mana ada pertemuan, di sana akan ada perpisahan jua. Berujung cinta yang pupus.

Lalu, adakah cinta pada diri mereka? Ada! Tentu ada. Bahkan telah tersemai di hati dan mungkin larut di dalam jiwa yang terlampau dalam.

“Apakah yang Akan terjadi dengan kedua insan?” Pertanyaan yang semestinya tidak asing. Lalu, dengan sedikit tertunduk terucap kata, “Cinta itu akan tetap ada dan akan bahagia walaupun dengan orang yang berbeda.”

Bahagia itu kita yang ciptakan, dan rasa cinta itu hanya pelengkap. Cinta itu tidak harus memiliki, mungkin inilah kata-kata yang menjadikannya motivasi ketika tidak saling bersama.

Kecewa, sedih, haru, pilu perasaan mereka campur aduk. Tak jelas bagi kedua insan, hingga begitu menangisi rasa kehilangan masing-masing.

Namun, harus menyembunyikan duka yang muncul dibalik mencintai. Mereka masih bisa bernyanyi dan tertawa bersama. Disaat mereka tahu bahwa hari itu adalah hari terakhir menjamu rasa yang pernah ada.

Perasaan saling mencintai dari kedua insan ini adalah bukti nyata dari kasih sayang yang tulus dan ikhlas. Meski, saling menyembunyikan perasaan sakit mereka sendiri. Memendam sayatan luka.

Insan yang satu mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Agar satu insan yang lain bisa pergi dengan baik dan tanpa menyimpan rasa bersalah.

Entah sampai kapan kedua insan tetap bisa tegar. Biarlah waktu menjawab semua himpitan rasa.

Ditulis Oleh: Peggie Widya Putri

Untuk Cinta Dua Insan yang Tak Dapat Bersama

Tags
Show More

One Comment

  1. Terima kasih Peggie Widya Putri diatas Puisi Dua Insan. Karya beliau seolah dapat membaca isi hati saya atau pun secara kebetulan. Isi kandungan puisi ini benar-benar berlaku keatas diri saya dan ingin saya kongsi secara ringkas.

    Saya bertugas sebagai Pengurus Bangunan, bearasal dan tinggal di Kuala Lumpur. Takdir saya telah menemui seorang ibu tunggal dikacamatan Nyalindung Desa Bojong Kalong melaui sosial media Facebook. Saya difahami beliau masih belum dilamar pekerjaan maka saya menawar diri untuk menginfak sebahagian dari gaji saya untuk membantu beliau.

    Hari berganti hari tanpa disedari kami sama-sama memendam rasa dan ditakdirkan jatuh cinta. Antara kami tiada halangan jika diizin dan ditakdir untuk bersatu. Persoalannya apakah saya sanggup memisahkan pasangan saya dengan ibunya yang kebetulan juga kematian suami. Saya amat perihatin bahawa lumrahnya seorang Isteri tidak sanggup meninggalkan teratap hasil kenangan bersama peninggalan suami. Maka itu saya juga tidak sanggup memisahkan anak (pasangan saya) dengan ibunya.

    Saya mohon pada para pembaca untuk mendoakan kami dua insan yang bercinta tapi tidak bersama. Semuga Allah memberi pertunjuk dan mempermudahkan segala urusan kami…
    Amiin Amiin Amiin Ya Robal a’lamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close