Jangan Buang Sisa Makanan di Piring Anda

jangan buang sisa makanan

Jangan buang sisa makanan Anda. Faktanya berdasarkan pernyataan Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Mark Smulders, Indonesia membuang dengan percuma 13 juta metrik ton makanan setiap tahunnya.

Angka tersebut dihitung dari populasi sekitar 250 juta penduduk yang membutuhkan makanan sekitar 190 juta metrik ton setiap tahun. Betapa sayangnya 13 juta metrik makanan tersebut karena sebenarnya bisa untuk konsumsi sekitar 28 juta penduduk. Kurang lebih 11 % populasi di Indonesia setiap tahun.

Menurut data dari Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO), perilaku membuang makanan dari pihak hotel, restoran, katering, supermarket, dan gerai ritel. Semua makanan sisa tersebut tak diolah atau diberikan kepada yang membutuhkan, melainkan dibuang begitu saja.

Baca juga : Sebenarnya Apa sih Peran Guru di Sekolah

Lebih baik tidak usah dibeli dan Jangan Buang Sisa Makanan yang Telah Anda Bayar

Tahukah Anda, meski tidak berdampak pada diri sendiri yang mampu membeli makanan. Jangan buang sisa makanan di piring Anda dan lebih baik dihabiskan. Karena di luar sana begitu banyak kaum miskin yang kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Penduduk yang tergolong miskin terdapat 28 juta jiawa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015. Kondisi tersebut diperparah dengan kasus gizi buruk yang menghantui 19,4 juta jiwa pada 2014 hingga 2016.

Membiarkan makanan sisa dibuang sama dengan membuang uang dengan sia-sia. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Jika dihitung dalam jumlah uang, makanan yang dibuang di Amerika sekitar 35 juta ton setiap tahun atau setara dengan US$ 165 miliar.

Permasalahan semakin pelik ketika selama selama 20 tahun terakhir, jenis makanan seperti hamburger semakin membesar 23 persen. Penjualan makanan ringan bertambah 52 persen, dan dan cemilan lainnya meningkat 60 persen.

Sementara itu, metode penjualan saat ini membuat konsumen membeli makanan yang tidak dibutuhkan. Cara tersebut dilakukan dengan tawaran diskon, beli 2 gratis 1, dan lain-lain. Padahal, kalau dipikir-pikir butuhkah anda membeli roti sekaligus 3 bungkus, sementara masa berlakunya terbatas hanya beberapa hari?

Kalau Anda ternyata tidak membutuhkannya, selamat anda bergabung dengan orang yang berpotensi membuang makanan dari belanja yang tidak dibutuhkan.

Makan Secukupnya dan Membeli Seperlunya

Kita memang susah menghindari penawaran dari toko modern atau swalayan yang menawarkan setiap hari. Tetapi, perilaku membeli bahan mentah dari pasar juga sepatutnya dikontrol. Agar tidak ada bahan makanan yang membusuk begitu saja di dapur.

Seperti yang diungkapkan oleh FAO, kebiasaan membuang makan biasanya  terjadi selama proses produksi, distribusi, dan terutama diakibatkan perilaku konsumsi manusia.

Dikutip dari dw.com, ada komunitas yang peduli dengan kondisi makanan yang terbuang. Sekali lagi, jangan buang sisa makanan di piring anda. Bridestory dan Food Cycle membuat program “Blessing to Share” untuk menyalurkan makanan sisa dari resepsi pernikahan dan diberikan kepada kaum miskin ibukota.

Baca juga : Closing Ceremony Asian Games 2018 yang Membuat Kita Menjadi Satu Indonesia

Penggagasnya, bernama Astrid Paramita menyatakan dari November 2017, Blessing to Share telah membagikan sekitar 1,6 ton makanan. Semuanya dari sisa makanan sekitar 50 pesta pernikahan. Mereka menggunakan jasa bank makanan lokal untuk menyalurkan semua makannan tersebut kepada yang membutuhkan.

Nah, gambaran tersebut membuktikan kalau banyak sekali makanan sisa yang terbuang, padahal masih layak sekali dikonsumsi bagi kaum miskin. Kalau dipikir-pikir ya sayang sekali, ketika kita membeli makanan tetapi tidak menghabiskannya. Makanan terbuang dan sebagian dari uang anda pun dihabiskan dengan sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.