Sat. May 18th, 2024
    Melakukan Belajar Tatap Muka di Sekolah Pada Zona Kuning dan Zona HijauMelakukan Belajar Tatap Muka di Sekolah Pada Zona Kuning dan Zona Hijau

    Akhirnya Pemerintah mengizinkan siswa kegiatan belajar tatap muka di sekolah bagi zona kuning dan hijau. Kegiatan di sektor pendidikan tetap wajib  mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Sebagai orang tua, Anda selayaknya memahami alasan pemerintah kenapa pemerintah membuat kebijakan tersebut.

    Berdasarkan keterangan mengenai Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19,  belajar jarak jauh dinilai memiliki banyak kendala. Guru, orang tua, dan anak mulai kesulitan mengikuti belajar dari rumah. Sebagian orang tua dinilai tidak mampu mendampingi anaknya belajar, dengan alasan memiliki tangung jawab lain seperti urusan rumah tanga dan pekerjaan.

    Orang tua juga kesulitan untuk mengerti pelajaran saat mendampingi anak-anaknya yang sedang belajar. Adapula yang mempersoalkan dan tidak melihat peran guru sekolah ketika belajar dilakukan secara daring.

    Dari sisi siswa, anak-anak merasa sulit berkonsentrasi belajar dari rumah dan merasa beratnya beban tugas dari guru. Siswa merasa stres dan jenuh yang dapat membuat mereka merasa cemas dan depresi. Sedangkan, para guru dinilai merasa kesulitan mengelola pembelajaran jarak jauh. Mereka cenderung ingin menuntaskan kurikulum. Padahal, waktu belajar sangat berkurang.

    Selain itu, guru mengalami kesulitan berhubungan dengan orang tua. Belum lagi, kalau akses untuk belajar dari rumah terkendala masalah kuota dan jaringan internet. Akibatnya anak terpaksa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

    Untuk mengantisipasi begitu banyaknya kendala dalam KBM pada masa Pandemi COVID-19, Pemerintah mengeluarkan keputusan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Tidak hanya di zona hijau, Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan empat Menteri memberi izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning. Kementerian Pendidikan juga memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memilih kurikulum sesuai dengan kebutuhan para siswa.

    Kegiatan Belajar Diizinkan Pada Zona Kuning dan Hijau, Bagaimana Kebijakan Pada Daerah Zona Lainnya?

    Perubahan SKB menteri tidak dilakukan pada semua zona. Daerah dengan zona oranye dan merah masih dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Kalau awalnya pembelajaran hanya dilakukan pada zona hijau, sekolah tatap muka dibuka juga di daerah zona kuning dengan mengikuti beberapa persyaratan.

    Adapun persyaratan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka, antara lain:

    1. Wilayah Kabupaten/ Kota termasuk zona hijau dan kuning.
    2. Pemda atau Kantor Kemenag memberikan izin.
    3. Satuan pendidikan bisa memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.
    4. Orang tua menyetujui untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

    Pemerintah pusat memutuskan Jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK) bisa melakukan pembelajaran tatap dengan  mempertimbangkan risiko kesehatan . Sedangkan, PAUD membuka kegiatan belajar di sekolah pada daerah zona kuning dan hijau paling cepat 2 bulan setelahnya.

    Sekolah Jarak Jauh Dinilai Dapat Merusak Masa Depan Siswa

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menilai pembelajaran jarak jauh berdampak negatif bagi dan merusak masa depan anak. KBM yang tidak dilakukan di sekolah membuat anak terancam putus sekolah. Karena sebagian anak malah bekerja membantua keluarganya.

    Akses dan kualitas pendidikan membuat kesenjangan pencapaian hasil belajar, terutama bagi anak-anak dari sosial ekonomi berbeda. Pencapaian akademik siswa dinilau mengalami penurunan selama masa pandemi. Anak-anak juga mengalami risiko kekerasan ketika menjalani masa belajar dari rumah. Bukan rahasia lagi, banyak orang tua yang mengeluhkan metode pembelajaran jarak jauh yang belum berakhir.

    Oleh karena itu, pemerintah pusat menilai kebijakan belajar tatap muka di zona kuning dan zona hijau adalah langkah yang berpihak pada anak. Semua pihak diajak untuk turut andil mendukung kegiatan anak-anak di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat.

    Informasi Pendidikan Lainnya: Bikin Bangga Blink Kids Juara Dance Cover Cover Blankpink Bertemu Walikota Sukabumi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *