Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Pendidikan Anak

Belajar dari Bocah Penjual Jalangkote, Sudahkah Orang Tua Mengajari Anak Tidak Melakukan Bullying

Bullying adalah pola tindakan yang dilakukan secara berulang kali dan dengan sengaja menyakiti dan mempermalukan orang lain, bisa oleh anak atau orang dewasa. Orang yang menjadi korban adalah mereka yang lebih kecil, lebih lemah, atau lebih muda. Pelaku bullying dilakukan secara verbal seperti mengolok-olok orang lain, melakukan serangan fisik, mengancam, dan bentuk intimidasi lainnya.

Contohnya bullying adalah bocah penjual jalangkote dipukul dan didorong hingga terjungkal. Bahkan orang-orang di sekitarnya bukan membela, malah ikut menertawai adalah contoh bullying yang sangat nyata. Pelaku melakukan tindakan agresif dan mengintimidasi korbannya yang lebih lemah. Kabarnya kelakukan tersebut bukan sekali itu saja, namun korban sudah berulangkali diintimidasi.

Enggak terbayang kalau pelaku atau korban adalah anak-anak kita. Sebagai korban, orang tuanya pasti tidak rela anaknya menjadi korban. Sebaliknya sebagai pelaku, Ayah dan Ibunya mungkin gemes kok anaknya tega melakukan kekerasan kepada orang lain. Apa yang perlu dilakukan agar seorang anak tidak melakukan bullying kepada anak lainnya?

Mengajari Anak-Anak Tidak Melakukan Bullying

Anak-anak melakukan bullying dengan berbagai alasan. Cobalah memahami alasan dibalik perilaku anak yang berbuat jahat kepada anak-anak lainnya. Pada beberapa kasus, anak-anak melakukan bullying alasannya karena sulit mengelola emosi, seperti marah, frustrasi, atau rasa merasa tidak kurang pehatian dalam keluarganya. Hingga, melapiaskan amarah kepada orang lain.

Kalau terjadi seperti itu, ajari anak melakukan intimidasi kepada orang lain. Apapun alasannya, mau dari fisik, penampilan, status ekonomi, dan lainnya. Coba tanamkan rasa empati kepada orang lain. Tidak boleh melampiaskan amarah kepada orang lain. Ajari mereka bergaul bersama dengan teman-teman dari berbagai latar belakang, agar mereka mudah berinteraksi dengan anak-anak yang berbeda.

Pelajari tentang kehidupan sosial anak Anda

Cari tahu darimana anak-anak sampai memiliki perilaku suka melakukan bullying kepada orang lain, mau itu dilingkungan tempat tinggal atau sekolah. Jadilah orang yang baik dengan bertanya apa yang mereka lakukan selama di luar rumah. Kalau mereka pernah berbuat kasar, tanyakan alasannya dan beri pengertian kalau mengintimidasi orang lain dapat berdampak buruk bagi orang lain. Ajari anak bergaul dengan teman-teman sebaya. Agar mereka tahu bagaiana bersikap semestinya kepada orang-orang di sekitarnya.

Orang tua Bisa Memberikan contoh yang baik

Pikirkan baik-baik bagaimana cara orang tuaberbicara kepada anak-anak. Apakah masalah yang dihadapi orang tua diatasi dengan emosi atau mencari sosulusi. Orang tua adalah contoh yang kuat dari anak-anak, Mereka mungkin akan mencontoh orang tua dalam menghadapi masalah. Mereka mungkin kehilangan teladan dari orang tuanya. Sehingga, cara menyelesaikan masalah yang tidak baik diterapkan di luar rumah. Mereka meluapkan emosinya dengan berbuat kasar kepada orang lain.

Mengajari Anak Tidak Melakukan Bullying Dimulai dari Rumah

Perilaku kasar yang dilakukan anak kepada anak lainnya mungkin terjadi dimulai dari rumah. Anak-anak terbiasa hidup dengan teriakan, ejekan, merendahkan, kritik sini, atau kemarahan fisik dari saudara kandung atau orang tua dapat berpengaruh bagi kondisi psikologis mereka. Pertengkaran yang diterima anak dalam keluarga menjadi cerminan dirinya untuk melakukannya di luar rumah.

Sehingga, Perilaku orang tua dan saudara kandungnya dalam keluarga penting menjadi contoh bagi anak-anak. Refleksikan bagaimana orang tua berbicara dengan anak-anak. Bagaimana Ayah dan Ibu bereaksi terhadap emosi buah hati Anda. Betul, anak perlu diberikan disiplin, tetapi kalau dilakukan untuk membuat anak takut tiada gunanya. Kalau pun melakukan kritik bukan membuat anak menjadi patah arang.

Berilah contoh bagaimana menghargai dan memberikan empati kepada orang lain. Kehidupan keluarga sangat berpengaruh terhadap perilakuanak-anak. Bantu mereka menyelesaikan masalah dan ajarkan kalau tidak boleh melakukan bullying terhadap orang lain.

Baca juga: Jangan-Jangan Rumah Tidak Cuma Kotor, Tetapi juga Tercemar

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close