Thu. Apr 25th, 2024
    Belajar kembali di Sekolah di Wuhan Cina. Photo: skynewsBelajar kembali di Sekolah di Wuhan Cina. Photo: skynews

    Siswa Wuhan Pakai Masker belajar di sekolah. Kota di Provinsi Hubei Cina tempat awal mula merabaknya COVID-19 pada 6 mei 2020. Setelah melewati waktu yang sangat lama sejak Januari 2020. Siswa harus menggunakan masker dan dipindai suhu tubuhnya dengan menggunakan thermal scanner. Siapapun yang memiliki suhu tubuh yang tinggi tidak diijinkan masuk ke sekolah. Mereka harus belajar dengan menjaga jarak dan di beberapa ruang kelas ada partisi plastik sebagai alat pelindung antar setiap siswa.

    Pihak sekolah mengambil serangkaian langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona menular kembali. Caranya dengan memberikan masker wajah dan memasang partisi plastik di meja untuk melindungi murid dari kemungkinan cipratan air liur orang lain. Lebih dari 50.000 siswa tingkat SMA di Kota Wuhan Cina telah kembali ke sekolah sejak dikurangi pembatasan kegiatan akibat wabah virus corona.

    Kegiatan Sekolah Siswa Wuhan Cina Pakai Masker dengan Pengawasan yang Ketat

    Siswa sebelum masuk Sekolah dipindai Suhu di Wuhan Cina
    Siswa sebelum masuk Sekolah dipindai Suhu di Wuhan Cina

    Para pejabat di Wuhan mengatakan semua siswa dan staf harus menjalani tes virus sebelum kembali ke sekolah. Lingkungan lembaga pendidikan di Cina telah didesinfeksi dan dibersihkan. Persiapan untuk pembukaan sekolah dilakukan dengan mengatur meja siswa dengan tidak terlalu berdekatan.

    Semua siswai diminta untuk mencuci tangan dengan benar sebelum diizinkan masuk ke ruang kelas mereka. Pihak sekolah juga mendirikan ‘ruang observasi’ untuk menjaga mereka yang suhu tubuhnya tidak normal.

    Setiap siswa tidak harus melewati pemindai suhu tubuh dan menjaga kebersihan selama melakukan kegiatan di sekolah. Ketika selesai belajar di sekolah, siswa membersihkan meja dan partisi plastik yang melindungi tubuh mereka. Sementar itu, di tempat lain di Cina, sekolah-sekolah yang telah tutup sejak Januari mulai dibuka kembali secara bertahap seperti di Beijing dan Shanghai.

    Kota-kota besar Cina berangsur-angsur kembali normal setelah memberlakukan pembatasan yang ketat. Sebagian besar kegiatan perekonomian pun ditutup untuk mengendalikan penyebaran virus. Hal itu dilakukan setelah infeksi virus berkurang dan rendahnya  kasus baru, seperti yang dilaporkan di provinsi Hubei selama lebih dari sebulan terakhir. Meski begitu, Pemerintah Cina tetap melakukan aturan yang ketat terhadap berbagai aktivitas di negaranya.

    Baca juga: Cara Membesarkan Anak Bilingual, Emangnya Orang Tuanya Sudah Bisa?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *