Cara Membesarkan Anak Bilingual, Emangnya Orang Tuanya Sudah Bisa?

membesarkan anak bilingual
membesarkan anak bilingual

Tidak mudah membesarkan anak bilingual atau pun memiliki kemampuan multibahasa (dua bahasa atau lebih) di negara yang terbiasa menggunakan satu bahasa. Namun percayalah tidak mudah bukan berarti tidak bisa, selama masa anak-anak akan lebih mudah mengajarkan beragam bahasa. Karena masa kecil waktunya otak manusia menyerap semua pengetahuan.

Jaman semakin maju, kemampuan berbahasa asing sangat penting untuk pergaulan dan membuka peluang kesempatan kerja lebih baik. Anak bilingual bisa terhubungan dengan lebih banyak orang.

Apalagi kenyataannya dunia internet pun menggunakan bahasa asing, maka di zaman dunia tanpa batas sudah selayaknya anak diajarkan bahasa selain bahasa ibu. Penelitian pun membuktikan orang yang memiliki kemampuan bilingual lebih mampu tetap berpikiran jernih hingga tua.

Baca juga: Manfaat Membaca dengan Suara Keras Bersama Anak Anda

Membesarkan Anak Bilingual Bersama Anggota Keluarga Lainnya

Jadikan membesarkan anak bilingual dilakukan bersama anggota keluarga lainnya. Kalau mau anaknya memiliki kemampuan bahasa asing, setiap orang di rumah harus mendukung anak belajar dan menggunakan bahasa lain. Bahasa asing itu mau tak mau digunakan menjadi bahasa sehari-hari.

Masalahnya orang tua ingin anaknya memiliki kemampuan bilungual, namun Ayah dan Ibunya saja enggak bisa mengucapkannya. Misalnya, orang tua ingin anaknya bisa bahasa inggris atau bahasa Cina, lah ibunya bahasa Indonesia saja belum benar dalam pengucapannya.

Kalau anggota keluarga lain tak terbiasa bahasa Inggris maka akan menjadi masalah bagi anak-anak. Karena anak tidak terdorong untuk bisa mengucapkan dan memahaminya.

Jika di rumah tidak terbiasa menggunakan bahasa asing, cobalah cari sekolah yang bilingual. Sehingga anak memiliki lingkungan yang memang menggunakan bahasa asing. orang tua sebaiknya membiasakan diri juga mendengar bahasa asing, dari lagu, menonton film, atau membuka channel youtube berbahasa diluar bahasa ibu.

Memasukkan Anak ke Sekolah Bilingual

Pilihan memasukkan anak ke sekolah bilingual bukan dengan niat gaya-gayaan semata. Namun mencari cara terbaik agar anak terbiasa menggunakan bahasa berbeda setiap hari. Kalau orang tuanya belum terbiasa berbahasa sing, kan dia bisa menggunakan bahasa berbeda bersama guru dan teman-temannya.

Pertimbangkan juga bagaimana kemampuan bahasa para guru dan anak-anak yang masuk ke sekolah bilingual. Apakah sekolah tersebut benar-benar menggunakan bahasa Inggris atau bahasa lainnya setiap hari ketika belajar di sekolah. Dari sekolah bilingual anak akan terbiasa membaca buku berbahasa asing, mendengar musik, dan film dengan bahasa berbeda dari bahasa ibunya.

Beri Semangat Anak untuk Menggunakan Bilingual Setiap Hari

Jika orang tua ingin membesarkan anak bilingual berilah anak semangat untuk sering mengucapkannya setiap hari. Agar tercipta pola kebiasaan untuk menggunakan bahasa asing dan anak semakin cepat memahami kata-kata yang berbeda. Ajak anak menggunakan bahasa Inggris atau bahasa lainnya setiap hari.

Anak memiliki kemampuan bilingual lebih cepat, apabila dipraktikkan setiap hari. Tujuannya, agar anak dapat merespons dalam bahasa saat mereka ajak bicara. Metode belajar dengan praktik lebih mudah daripada dengan menghafalkan kata per kata. Ingat sekali lagi, kalau orang tua ingin anak memiliki kemampuan dua atau lebih bahasa, orang tua juga harus belajar bahasa yang sama.

Baca juga: Melupakanmu Bersama Deru Suara Vespa Tanpa Rindu

Namun perlu diingat pula, orang tua tidak lupa mengajak anak terus menggunakan bahasa ibu. Caranya bisa dipraktikkan dengan cara membagi waktu dalam berbahasa. Misalnya, ketika di rumah menggunakan bahasa Inggris, sementara keluar rumah harus berbahasa ibu. Agar dia benar-benar menarapkan bilingual bukan malah berbahasa asing.

Orang tua bisa membesarkan anak bilingual dengan mengutamakan bahasa selain bahasa ibu dulu. Seiring bertambahnya usia, mereka akan memilih bahasa pertama atau bahasa kedua yang diucapkan sehari-hari. Anak mungkin lebih mahir menggunakan bahasa asing. Namun tak perlu khawatir, dia akan bisa membedakan bahasa apa yang harus digunakan ketika berhadapan dengan anggota keluarganya atau ketika bertemu dengan orang lain yang tak memiliki kemampuan bilingual.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Beranikah Anda Keluar Zona Nyaman Seperti yang Dilakukan Relawan Literasi Sabumi Volunteer? - Sabumi Sukabumi
  2. Tips Menyiapkan Makanan Bergizi dan Menciptakan Gaya Hidup Keluarga Sehat - Sabumi Sukabumi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.