Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Parenting

Tidak Pernah Menyuruh Anak belajar, Tetapi Sering Mengajak Mereka Bermain

Tetiba ingin menulis sesuatu yang berbeda dari biasanya, saya mau menceritakan tentang tidak pernah menyuruh anak belajar. Tetapi malah sering mengajak anak bermain.

Setiap orang tua pasti punya cara tersendiri untuk mendidik anak-anaknya. Kebetulan mungkin cara yang saya pakai sedikit tidk umum. Namun, sejauh ini sangat efektif diterapkan kepada anak-anak saya.

Saya gak mewajibkan ke mereka selalu belajar untuk menjadi pintar di sekolah namun mewajibkan mereka selalu belajarlah menjadi orang baik. Karena buat saya enggak wajib menjadi orang pintar, namun wajib jadi orang baik. Lakukanlah dengan berbahagia.

Saya Tidak Pernah Menyuruh Anak Belajar

Sampai Hari ini, saya enggak pernah menyuruh anak-anak saya belajar. Bahkan seringnya mereka malah saya ajak bermain atau saya bekali sedikit uang untuk menghibur diri seminggu sebelum mengikuti ulangan atau ujian di sekolah.

Bahkan di waktu usia di bawah 10 tahun, saya hanya meminta mereka bermain dan berbahagia. Sama sekali tidak pernah nyuruh mereka belajar. Kalau mereka terlihat lelah atau jenuh belajar, mereka saya suruh berhenti belajarnya dan saya ajak bermain.

Walaupun kadang pemikiran saya tidak sejalan dengan Mama nya anak-anak, namun semua bisa dilalui dengan cukup mulus. So far, mereka bisa sekolah di sekolah yang mereka inginkan termasuk si Teteh yang sedang kuliah di IPB Bogor.

Anak-anak saya sering bergantian minta ijin ke saya untuk enggak masuk sekolah kalau mereka lagi bosan. (sering khan kita dulu begitu?, Bosan pelajaran sekolah?).

Bahkan mereka sering ‘nakal’ ngajak saya jalan ke mana mereka suka di jam sekolah yang seharusnya mereka masuk kelas dan minta saya lewat depan sekolahnya. Hal itu sangat membahagiakan mereka.

Sampai hari ini (dan semoga sampai nanti), Teteh dan Aa merasa bahwa saya lah sahabat terbaik mereka. Teman bermain mereka, tempat curhat mereka. Main Ludo, main kartu domino, main UNO, Monopoli dan main game lainnya. Nonton atau makan bersama atau sekedar jalan putar-putar kota.

Baca juga:

JANGAN MENYINGKAP ROK TEMAN DONG, NAK

KECANDUAN SABU-SABU DAN MASUK PENJARA KEMUDIAN

Dulu waktu masih kanak-kanak, tempat yang paling sering didatangi mereka justru Panti Asuhan

Saya ajak mereka makan bersama anak-anak yatim, bermain bersama, bahagia bersama. Kita membawa makanan dari luar dan pulangnya mereka yang saya minta untuk bagi-bagi sedikit rejeki ke teman-teman di Panti Asuhan.

Saya hanya berusaha membangun rasa empati anak-anak saya dan kepedulian kepada sesama terutama untuk orang-orang yang kurang beruntung di sekeliling mereka.

Kedepannya saya berharap mereka mau berbagi waktu, pikiran, tenaga, perasaan, materi kepada sesama mereka. Karena mereka makhluk sosial yang terus berinteraksi dengan makhluk sosial lainnya. Sekali lagi ini cerita saya.

Inilah cara saya mendidik anak-anak saya. Semoga bisa memetik hikmah baiknya.

Ditulis Oleh: Adhie LAM

Herbalis Asal Lampung”

Produsen Kefir dan Madu “ARROHMAH”

Halaman Facebook:https://www.facebook.com/adhie.lam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close