Sat. Apr 20th, 2024
    Hak cuti ayah asnHak cuti ayah asn

    Sebelumnya hak cuti bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Ayah yang istrinya melahirkan tidak diatur. Regulasi yang dibuat hanya mengatur cuti melahirkan bagi ASN perempuan.

    Namun saat ini, pemerintah Sedang membuat Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk pelaksanaan dari Undang-Undang No. 20/2023 tentang ASN.

    Salah satu aspek yang sedang akan masuk tahap pembahasan adalah hak cuti pendampingan bagi pegawai ASN pria yang istrinya melahirkan. RPP tersebut direncanakan untuk diselesaikan maksimal pada bulan April 2024. Melalui RPP ini, pemerintah berupaya memberikan hak cuti kepada suami yang istrinya sedang melahirkan atau mengalami keguguran.

    Artikel menarik lainnya: Keluarga Cemara 2 Ara Hanya Ingin Abah dan Teteh Menepati Janji

    Hak Cuti Ayah Meminta Masukan Berbagai Pihak

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, menyatakan Cuti mendampingi istri yang melahirkan menjadi hak suami. Hal itu diatur dan dijamin oleh negara bagi pegawai ASN pria.

    Pernyataan ini disampaikan setelah rapat kerja dengan Komisi II DPR RI pada Rabu, 13 Maret. Anas menekankan bahwa hak cuti adalah aspirasi dari berbagai pihak. Saat ini, pemerintah sedang meminta masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk DPR, terkait hal tersebut.

    Untuk diketahui, beberapa negara dan perusahaan multinasional, hak cuti ayah sudah lazim diterapkan.

    Durasi cuti yang diberikan berkisar antara :

    • 15 hari
    • 60 hari,

    Hal itu, tergantung pada kebijakan yang berlaku. Menurut Anas, pemerintah menganggap peran ayah dalam mendampingi proses kelahiran sangat penting. Sehingga harus membantu dalam fase-fase awal pasca-persalinan. Hal ini dianggap sebagai upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagai penerus bangsa.

    Hak Cuci Ayah Sudah Diterapkan Berbagai Negara

    Pemberian hak cuti ini bukanlah aturan baru di dunia internasional. Banyak negara sudah menerapkan hal serupa, dan pemerintah Indonesia berupaya untuk mengikuti jejak tersebut.

    Waktu cuti yang akan diberikan sedang dalam tahap pembahasan dengan para pemangku kepentingan dan akan diatur secara teknis dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

    Tujuan dari pemberian hak cuti ini adalah untuk memastikan bahwa proses kelahiran anak berjalan dengan baik dan lancar. Mengingat fase ini merupakan momen krusial dalam persiapan SDM yang akan menjadi tonggak kemajuan bangsa ke depannya.

    Dengan demikian, pemberian hak cuti ayah diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi keluarga, anak, dan perkembangan masyarakat secara keseluruhan.

    Artikel menarik lainnya: Susu Kental Manis dan Masalah Anak Anak Kurang Gizi di Indonesia

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *