Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Opini

Ucapan Terima Kasih Ridwan Kamil Kepada Dokter dan Tenaga Kesehatan Bisa Menjadi Sia-Sia Belaka

Masyarakat bisa bergembira berkumpul dengan keluarga, dokter dan tenaga kesehatan masih berjibaku menghadapi pasien virus corona

Ucapan terima kasih Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Dokter dan Tenaga Kesehatan mungkin dapat menjadi semangat baru. Apalagi sejak kebijakan PSBB pada april 2020, pasien yang dirawat dan diisolasi menurun jumlahnya. Dari sekitar 430 pasien COVID-19, jumlahnya turun sekitar 270 setelah PSBB skala provinsi Jabar. Rumah sakit pun tidak penuh lagi, ruang isolasi virus corona yang digunakan sebesar 33,69 persen. Harapan para dokter mungkin sama, semoga jumlahnya tidak naik.

Namun, ucapan Ridwan Kamil bisa menjadi percuma karena jumlah pemudik yang ngotot pulang cukup besar. Di fanpage-nya Kang Emil menuliskan sekitar 720 ribu dari 3,8 juta pemudik tahunan di Jawa Barat melakukan mudik. pulang ke kampung halaman berkumpul dengan keluarga.

Kondisinya masih tidak aman. Sebagian besar pemudik berasal dari zona merah. Mereka mempunyai potensi besar sebagai pembawa virus dan menularkan ke sanak saudaranya. Diberikan contoh pula,Ā orangtua di Ciamis, Bandung, Cianjur dan Sumedang menjadi pasien covid-19, disebebkan ditularkan sanak saudaranya yang memaksa mudik. Apa daya nyatanya jumlah penularan virus corona belum bisa ditekan dengan maksimal. Warga dari berbagai daerah melakukan mudik.

Mudik Lebaran yang yang Menjadi Petaka Bagi Dokter dan tenaga Kesehatan

Statistik Pemudik Di Jawa Barat
Statistik Pemudik Di Jawa Barat

Video yang menyebar di media sosial tentang dokter yang memohon jangan mudik dulu bisa menjadi gambaran, kondisi rumah sakit belum baik-baik saja. Apresiasi dan doa para dokter, tenaga kesehatan dan manajemen Rumah SakitĀ  sudah selayaknya diberikan. Karena mereka sudah bekerja luar biasa dan memberikan upaya kesembuhan yang maksimal.

Tetapi tidak cukup. pemerintah harus terus menjaga dan membuat antisipasi jangan sampai penularan kembali meningkat. faktanya para pemudik tidak bisa dibendung. Tidak semua orang mau bertahan di tanah rantau. Bisa jadi malah orang tetap mudik hingga menjelang lebaran. Apalagi orang Indonesia punya budaya pulang kampung yang sulit dibendung untuk merayakan hari raya bersama sanak keluarga.

Mudik lebaran tentu saja menjadi petaka, jika Orang Tanpa Gejala (OTG) positif covid-19 jumlah meningkat. Mereka berada diantara kita yang menyatu dalamkerumunan dan saru sebagai pemudik. Kalau mereka terus menulari orang lain, maka petaka bagi dokter dan tenaga kesehatan yang harus terus bekerja tanpa henti. Masyarakat bisa bergembira berkumpul dengan keluarga, dokter dan tenaga kesehatan masih berjibaku menghadapi pasien virus corona.

Maka dari itu, bagi yang belum mudik, sudah bertahan saja dulu di perantauan. Lagian, sekali-kali tidak mudik tidak apa-apa, daripada membuat sanak keluarga tertimpa musibah karena tertular virus corona. Hati-hati bersilaturahmi dengan keluarga, bisa jadi mereka positif virus corona. Tetap hindari kerumunan dan antrian tanpa jarak. Selamat lebaran dan isi kuota biar bisa silaturahmi online dari rumah dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman.

Baca juga: Demi Konten, Empati, Ego dan Akhirnya Youtuber Minta Maaf Lagi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close