Tradisi Perlombaan Kemerdekaan 17-an dan Maknanya Bagi Kita Sebagai Anak Bangsa

tradisi perlombaan kemerdekaan

Kita merayakan kembali Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 17 agustus 1945 yang tak lepas dari tradisi perlombaan kemerdekaan 17-an. Pada hari spesial bagi Negara ini, hingar-bingar perayaan hari kemerdekaan menjadi kebiasaan turun temurun yang diteruskan oleh sesepuh kita terdahulu.

Perayaan kemerdekaan dan segala jenis perlombaannya merupakan simbol ekspresi kebebasan anak negeri dari penjajahan. Dari mereka para leluhur dan generasi para pejuang. Hari kemerdekaan tentu sangat bermakna sangat mendalam di hati seluruh rakyat Indonesia.

Kita Mengenang perjuangan para pahlawan yang bertaruh nyawa sampai titik darah penghabisan demi terbuntuknya sebuah kedaulatan Negara. Mereka melakukannya sepenuh jiwa dan raganya. Mereka rela menukarkan nyawanya demi kemerdekaan negaranya.

Setelah 73 tahun merasakan kemerdekaan, apa ya yang bisa kita lakukan untuk meneruskan nilai dan mengenang perjalanan menuju kemerdekaan tersebut?

Baca juga : Track Loji Geopark Ciletuh Sukabumi Surganya Para Goweser

Mengenang Tradisi Perlombaan Kemerdekaan

Kemerdekaan menurut saya kebebasan, bebas dalam ber ekpresi, bebas dalam memilih dan mendapat hak serta kewajiban.
Kemerdekaan menurut saya kebebasan, bebas dalam ber ekpresi, bebas dalam memilih dan mendapat hak serta kewajiban.

Menurut sejarawan JJ Rizal, tradisi perlombaan kemerdekaan berusia lebih tua dibandingkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dia menjelaskan tradisi yang terus berjalan hingga kini merupakan comotan dari Belanda dan Jepang.

Misalnya, Lomba panjang pinang, balap karung, dan tarik tambang. Perlombaan tersebut diterima dan diteruskan untuk mengenang peristiwa sejarah dengan riang gembira.

Kalau diingat-ingat, kita generasi yang lahir era 1980an juga merayakan tradisi perlombaan kemerdekaan. Sekitar tahun 2000an, penyambutan kemerdekaan sudah terasa pada 2 minggu bahkan sebulan sebelum Tanggal 17 Agustus.

Kemerdekaan menurut saya pemerataan kebebasan segala aspek sosial,pendidikan,kesehatan dari hulu negara ke hilir Negara.
Kemerdekaan menurut saya pemerataan kebebasan segala aspek sosial,pendidikan,kesehatan dari hulu negara ke hilir Negara.

Masyarakat sudah sudah berbondong-bondong menghiasi kampunya sendiri dengan hal-hal berbau perjuangan. Contoh kecilnya, kampunfnya dihias dengan properti perjuangan, boneka pahlawan, bahkan ada alat2 perang jaman dahulu yang dibuat dari bambu dan kertas.

Bendera merah putih ada dimana-mana serasa bangga memasang dan membuatnya dari kertas putih dan merah. Anak-anak muda keliling kampung meminta sumbangan untuk membuat kerajinan untuk menghias lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

Konvoi kemerdekaan akan terlihat pada semua daerah. Tradisi peryaan hari kemerdekaan berikut perlombaannya menjadi momen yang paling ditunggu. Seolah semua orang ingin ikut perlombaan 17an. Kegiatan lomba yang sudah menjadi tradisi setiap tahun.

Apalagi kalau ada hadiahnya, meski nilainya alakadarnya yang dikutip dari sumbangan masyarakat juga. Namun bukan soal nilai hadiahnya semata, tetapi tradisi perlombaan kemerdekaan melahirkan semangat perasaan yang sama pada masyarakat. Kita merasakan sebagai anak bangsa yang satu dan dilahirkan dari Rahim ibu pertiwi.

Baca juga : Belajar Menulis Ala Sabumi Volunteer Mencatat Kondisi Pendidikan di Pelosok Sukabumi

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Selalu Dirayakan Secara Meriah Sampai Pelosok Kampung

Kemerdekaan menurut saya adil dan mensejahterakaan masyarakat. Merdeka bebas dan memiliki akses membaca.
Kemerdekaan menurut saya adil dan mensejahterakaan masyarakat. Merdeka bebas dan memiliki akses membaca.

Masyarakat memiliki semangat yang meriah mengikuti acara HUT RI. Bahkan, hiburan dilaksankan dimana-mana. Dari organ tunggal, pertunjukan seni tradisional, musik dangdut, dan lain-lain.

Namun titik kemeriaan Hari Kemerdekaan tersebut pada Acara Upacara Kemerdekaan yang diadakan di seluruh daerah di Indonesia. Kita memberikan penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan.

Merdeka bukan sebuah sikap,merdeka merupakan tindakan keadilan,terhadap hak asasi yang fundamental,hak atas martabat dan kehidupan yang layak. Perempuan Memiliki hak Pendidikan yang sama.
Merdeka bukan sebuah sikap, merdeka merupakan tindakan keadilan,terhadap hak asasi yang fundamental, hak atas martabat dan kehidupan yang layak. Perempuan Memiliki hak Pendidikan yang sama.

Makna kemerdekaan yang harus kita ambil untuk anak-anak jaman sekarang yaitu menemukan cara harus memerdekakan anak-anak pelosok. Kita harus peduli atas kondisi anak-anak yang tempat tinggalnya masih sulit untuk mengakses sarana pendidikan, kesehatan, dan sarana penting lainnya.

Hingar bingar Kemerdekaan Indonesia, harus dirasakan merata dan berkeadilan dari berbagai aspek kehidupan. Terutama kemerdekaan yang berkeadilan itu dirasakan juga oleh anak-anak di pelosok Sukabumi. Lalu siapa yang bisa mewujudkannya? Jawabannya adalah Saya, Kamu, dan Kita generasi muda yang peduli generasi anak-anak di pelosok Sukabumi.

Ditulis Oleh Wed

Dari Sabumi Volunteer

2 thoughts on “Tradisi Perlombaan Kemerdekaan 17-an dan Maknanya Bagi Kita Sebagai Anak Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.