Thu. May 30th, 2024
    Risiko sopir ojek onlineRisiko sopir ojek online

    Ketahuilah risiko sopir ojek online itu tidak mudah, ada saja masalahnya dalam setiap perjalanan. Seperti orang yang berkerja lainnya, mereka berkerja mencari nafkah untuk keluarga. Pergi dari pagi hari dan pulang hingga larut malam, sopir ojek online harus mengejar target penumpang harian demi memperoleh bonus dari perusahaan.

    Kemunculan ojek online grab atau ojek online gojek yang pertama kali seolah menghasilkan penghasilan besar, sudah pupus ditelan tarif yang murah. Uang yang diperoleh semakin menipis karena pada kenyataannya begitu banyak pesaing sesama sopir ojek online di jalanan.

    Lihat saja kondisinya di kota besar, seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar, pengendara berjaket hijau menjadi pemandangan tak asing setiap hari dijalan raya.

    Sebagian besar penumpang sudah menikmati keberadaan ojek online Bandung dan ojek online Jakarta. Kalau dulu ke mana-mana harus naik angkot, bus, becak, ojek pangkalan, kini bisa memesan dari rumah dan diantar sampai tujuan.

    Tetapi tahukah anda dibalik kemudahan memesan dan kenyamanan naik ojek online baru, ada getir yang mereka rasakan ketika mencari uang setiap hari.

    Risiko Sopir Ojek Online Harus Menelan Ludah Karena Terkena Orderan Fiktif

    Pesanan fiktif sering menghantui para sopir ojek online. Ada orang-orang jahat yang tega memesan makanan, membeli barang mahal, hingga minta dibelikan pulsa dengan orderan fiktif.

    Mereka harus mengeluarkan uang sendiri dan pergi jauh untuk membeli semua pesanan. Ketika diminta tagihannya, orang yang memesan tidak biisa ditemukan atau mematikan handphonenya.

    Jadi deh, sang sopir harus menelan ludah. Uang yang dikeluarkan tidak sedikit, malah kena tipu. Pengordernya malah membuat pesanan palsu. Apa lacur, niat memperoleh uang malah mengeluarkan kocek tak sedikit dari kantong sendiri.

    Bahaya Kecelakaan dan Pembunuhan Mengancam Di Jalan

    Tahukah anda tidak sedikit pengendara ojek online Indonesia yang mengalami kecelakaan di jalan. Seperti pengendara lainnya, ojol ojek online memiliki risiko kecelakaan selama berkerja, apalagi seharan menatap aspal.

    Risiko celaka bisa dua kali lipat lebih parah, karena harus berkendara dalam waktu yang lama. Naik motor dalam waktu lama, bisa bikin pantat pegal linu dan tangan keram jendral.

    Selain itu, ojek online juga risiko terhadap kejahatan jalanan. Seperti yang terjadi pada bulan februari 2018, ada sopir grab yang ditusuk di semarang. Sopir tersebut pun diobati di UGD RS Panti Wilasa Citarum Semarang.

    Kabar tersebut pernah diberitakan oleh tribun. Nasib yang lebih apes diterima oleh sopir ojek online lainnya baik dari Ojek, Uber, dan Grab, tidak sedikit dari mereka dibegal ketika menjemput dan mengantar penumpang.

    Tidak Memiliki Jaminan Kecelakaan

    Ojek online yang berisiko dijalan itu tidak diimbangi dengan jaminan kehidupan mereka. Ojek online tidak memiliki jaminan kecelakaan. Jaminan kecelakaan dan kesehatan menjadi salah satu tuntutan kepada pihak perusahaan ketika melakukan demo meminta kenaikan tarif kendaraan berbasis aplikasi.

    Jaminan yang para sopir minta, selain BPJS Kesehatan. Mereka ingin adanya jaminan ketika ada kecelakaan, seperti ansuransi pada kendaraan. Ketika kecelakaan dan kendaraan rusak, mereka memiliki jaminan untuk perbikan sepeda motor mereka. Hal tersebut tentu saja sangat penting, karena sepeda motor adalah modal bagi sopir ojek online.

    Baca juga :

    Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukan Karena Dia yang Matre, Namun Karena Kamu…

    Bayar Token Listrik Pakai OVO Mudah Sekali! Kamu Enggak Perlu Ke Luar Rumah

    Ojek Online Menjadi Sasaran Kemarahan Transportasi Umum Lainnya

    Para sopir sering terlibat bentrok dengan sopir angkutan umum lainnya sering terjadi. Masalahnya, adanya ojek online menggerus penumpang dari moda transportasi umum, seperti angkot, ojek pangkalan, becak, dan lainnya.

    Kalau sudah begini, sopirnya yang bakal menjadi sasaran kemarahan persaingan para pencari makan melalui kendaraan bermotor.

    Masalah tersebut masih terus terjadi di berbagai kota. Pemerintah pun tidak bisa menutup mata kejadian bentrokan antar ajek online dengan transportasi massal lainnya. Tetapi masalah sering tidak selesai, karena kesulitan untuk mencari jalan keadilan agar sesama transportasi umum bisa memperoleh penghasilan yang adil.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *