Sun. May 26th, 2024
    Buat Kamu yang Protes Alasan Masjid DitutupBuat Kamu yang Protes Alasan Masjid Ditutup

    Pemerintah akhirnya membuat keputusan PPKM Darurat, salah satunya menutup tempat ibadah sementara, tetapi ada saja orang bertanya alasan masjid ditutup. Lalu membandingkannya dengan pasar dan mall yang tetap bisa dibuka. Dimana nalar orang yang membandingkan masjid dengan pasar dan mall itu.

    Padahal, pemerintah sudah menjelaskan  tempat ibadah bukan hanya masjid Masjid atau Mushola. Melainkan Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat yang berfungsi sebagai tempat ibadah lainnya ditutup sementara. Tujuannya semata-mata untuk melindungi Jemaah umat beragama agar tidak tertular Covid-19. Hal paling penting terselamatkan nyawanya dari keganasan virus corona.

    Lagian kalau dibaca baik-baik aturannya, bukan semua masjid ditutup, tetapi hanya di wilayah yang termasuk daerah PPKM darurat. Kalau kamu tinggal di daerah aman atau sedikit terjadi penularan Covid-19 silakan salat ke masjid.

    Bukannya menggerutu di media sosial, tetapi tidak pernah beribadah salat berjemaah di rumah Allah. Sebelum semakin mencak-mencak dan protes tanpa alasan mari simak apa saja alasan masjid ditutup selama masa PPKM.

    Alasan Masjid Ditutup Karena Termasuk di Wilayah PPKM Darurat dengan Situasi Pandemi Level 3 dan Level 4

    Masjid yang ditutup sementara itu jika termasuk di wilayah dengan situasi Pandemi Level 3 dan 4. Tahukah kawan Sabumi, Level 3 artinya terjadi 50 sampai 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk. Diantaranya ada 10 sampai 30 kasus dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk. Selain itu, ada 2 sampai 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

    Sedangkan, level 4 dapat diartikan terjadi lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk. Di antaranya terdapat lebih dari 30 kasus Sedang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk. Lalu, ada lebih dari 5 kasus yang meninggal per 100 ribu penduduk di suatu daerah. Kondisi saat ini banyak terjadi penularan lebih dari 150 orang per hari dan juga peningkatan angkat kematian.

    Tempat yang Ditutup bukan Masjid Saja, Mall juga Ditutup

    Pemerintah bukan hanya menutup masjid dalam waktu sementara, tetapi tempat wisata, taman umum, area publik, bahkan mall juga ditutup. Jadi aneh sekali kalau masih bertanya kenapa masjid ditutup, tetap mall dibuka. Tidak yang dibuka ada supermarket karena menyediakan makanan dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

    Begitu pula, pasar tetap dibuka dengan protokol kesehatan ketat, karena menyediakan kebutuhan sehari-hari. Pemerintah tidak akan mungkin sembarangan membuat kebijakan penutupan fasilitas publik. Jika suatu tempat memunculkan kerumunan dan berbahaya, pantas saja ditutup sementara oleh pemerintah.

    Penutupan Masjid Selama PPKM Darurat Karena Berisiko Tinggi Terjadi Penularan

    Pemerintah membuat aturan masjid ditutup sementara karena berisiko tinggi terjadi penularan. Ada banyak jemaah kerap salat tanpa menjaga jarak fisik. Orang pergi ke tempat ibadah dan salat dengan jarak sangat dekat, apalagi kalau ketika salat magrib, isya, dan jumatan.

    Klaster penularan dimasjid telah terjadi di berbagai daerah. Seperti penyebaran Covid-19 pada 21 warga Perum Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Berikutnya,  ada 94 warga positif COVID-19 di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Dua diantaranya meninggal dunia. Kasus lainnya yang berasal dari klaster masjid terbukti terjadi di berbagai daerah lainnya.

    Bukan masjidnya yang berbahaya, tetap jamaah yang datang salat, tetapi ternyata sedang terjangkit virus corona lalu menulari orang lain di sekitarnya. Sementara, salat tidak melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, tidak jaga jarak, masker tak dipakai, menjaga kebersiahn, dan sebagainya.

    Sejak pemerintah membuat kebijakan PPKM Darurat, banyak orang yang protes dan menanyakan alasan kenapa masjid ditutup. Padahal, sudah jelas pelaksanaan salat berjamaah terbukti dapat menularkan virus corona. Pelaksanaan ibadah bersama di Masjid patut dilakukan secara hati-hati agar tidak jatuh korban berikutnya, apalagi sampai meninggal dunia.

    Artikel menarik lainnya:  Arti PPKM Darurat Sebagai Acuan Tingkat Penyebaran Covid-19 Indonesia Sangat Berbahaya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *