Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Opini

Jebakan Pinjaman Online Langsung Cair Dalam Hitungan Menit Cuma Berbekal KTP

Jebakan pinjaman online langsung cair dengan mudah mempuat apes seorang guru TK di Malang. Tidak hanya menjadi pembicaraan teman-temannya, melainkan juga menjadi berita viral.  Sang pengajajar taman kanak-kanak tersebut berutang melalui 24 aplikasi pinjaman online dan tidak mampu membayar.

Persoalan menjadi semakin pelik, karena peminjaman diketahui orang lain, karena penagihan utang dari penyedia pinjaman online menghubungi nomor kontak di handphone sang guru. Pihak sekolah dan para guru lainnya resah dan akhirnya ia pun dipecat pada tahun 2020 silam.

Begitulah persoalan pinjaman online, jasa keuangan tersebut menjanjikan jumlah uang yang lumayan untuk dipinjam, bunga rendah, dan tenor panjang. Tetapi tentu saja tidak begitu faktanya. Karena banyak peminjam uang malah hidup bergelimang utang. Lalu, bagaimana jebakan pinjaman online langsung cair ini bisa terjadi?

Jebakan Pinjaman Online Langsung Cair Dimulai dari Iklan yang Menggiurkan

Pemilik usaha pinjaman online menjebak calon peminjam sejak dari iklan. Iklan pinjol mudah cair akan memperlihatkan bunga kecil dengan jumlah pinjaman yang besar, serta tenor yang sangat panjang. Tenor pinjaman online itu biasanya sampai 90 hari.

Janji bunganya pun kecil, sangkin sedikitnya malah melanggar aturan OJK. Tidak lupa mereka sering menggunakan logo  OJK dan Kominko. Padahal banyak  pinjaman online ilegal menggunakannya untuk melakukan penipuan.

Dimana letak penipuan pinjaman online langsung cair itu?

Karena iklan pinjol yang menjanjikan uang dengan mudah, masyarakat menjadi penasaran untuk membuka aplikasi pinjaman online. Di aplikasi, calon peminkam semakin masuk jebakan yang mengarahkan untuk pengajuan limit. Hal itu membuat orang mengisi data, berupa, nama, nomor KTP, Foto selfie, dan nomor rekening.

Dengan data tersebut, menandakan orang makin terjebak untuk pengajuan limit dan seolah-olah analisis pinjaman online mengecek bisa mendapat pinjaman sesuai analisis pinjol. Misalnya si A layaknya pinjam Rp10 juta.

Selesai mengisi data dan nomor rekening, debitur akan diarahkan untuk meng-klik pengajuan limit. Sebenarnya itu untuk menyetujui bahwa pinjaman itu diproses. Hal itu menjadi pola tipuan tahap awal. Selanjutnya, peminjam akan dikagetkan proses pencairan tanpa konfirmasi.

Kenapa mereka melakukan transfer dengan mudah?

Karena ketika meng-klik pengajuan limit sama dengan menyetujui pinjaman sekaligus memberikan data di handphone peminjam kepada pinjaman online. Mereka mampu menyadap handphone seperti kontak, galeri, bahkan mungkin sosmed.

Padahal, pinjaman online yang legal itu harus memberikan penjelasan mengenai jumlah pinjaman, bunga, dan tenornya. Bahkan diberikan pilihan akan melakukan pinjaman atau tidak. Namun, pinjaman online ilegal mentransfer uang tanpa konfirmasi. Itulah sebabnya kenapa sebagian orang tidak mengetahui ada uang masuk ke rekening. Akhirnya mengetahui setelah terjadi penagihan online pinjaman online.

Dari iklan yang menjanjikan tenor 90 hari, ternyata hanya memberikan enam hari. Jumlah bunga pinjaman online bisa hampir dua kali lipat. Jika pinjaman Rp1,5 juta, maka dicairkan hanya Rp900 ribu. Lalu, mengembalikan di hari ke 6, bisa Rp 1,6 juta-1,7 juta. Jika melewati tenggat waktu, maka bunga bisa naik hingga Rp 100 rubu.

Pinjaman online illegal luar biasa menipu para peminjam uang. Sistem pinjol bisa dikatakan sadis karena bisa menyadap handphone, mereka tahu kegiatan chat siapa, panggilan masuk dan keluar. Akhirnya marak korban pinjaman online.

Pelaku pinjaman online ada yang tidak kuat menahan malu, dipidana, stress, dan ada pula yang bunuh diri. So, hati-hati melakukan pinjaman online, meskipun mudah hanya bermodalkan KTP.

Artikel menarik lainnya: Apa Salahnya Pernikahan Anak dalam Sinetron Suara Hati Istri Zahra yang Tayang di Indosiar?

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close