Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Opini

Lebaran Nanti Telepon Dulu Tuan Rumah, Saudara, Kerabat, dan Tetangga Mungkin Tidak Ingin Menerima Tamu

Lebaran nanti sebelum berkunjung, telepon dulu tuan rumah. Siapa tahu tidak ingin menerima tamu selama COVID-19. Bisa jadi kan, saudara, kerabat, dan tetangga ingin mengganti suasana lebaran selama masa pandemi virus corona. Tidak ingin mengambil risiko, kalau-kalau tamunya malah membuat cilaka dua belas sebagai penyebar virus kepada orang lain.

Bagiaman coba, apabila rumah yang ingin dikunjugi memiliki orang yang rentan terpapar virus corona. Seperti orang tua, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit penyerta. Enggak cuma itu, anak bayi dan anak berusia balita juga kan kasihan kalau sampai terpapar virus corona. Tahu dirilah, iya Anda menganggap cuma ingin bersilaturahmi, tetapi kalau mengakibatkan risiko terkena penyakit parah dan kematian apa gunanya.

Tahu Dari Saja Telepon Dulu Tuan Rumah Dan Jangan Tersinggung Jika Ditolak untuk Berkunjung di Hari Lebaran

Maka dari itu, tahu diri saja dan Jangan Tersinggung apabila ada saudara, kerabat dan tetangga yang menolak kehadiran Anda. Lebaran memang waktunya bersilaturahmi, tetapi bukan waktu yang tepat dilakukan selama masa darurat kesehatan COVID-19 di Indonesia belum berakhir.

Bagi Anda sang tuan rumah, tidak perlu khawatir dibilang sombong. Itu lebih baik dari pada kehilangan anggota keluarga. Tidak enak loh rasanya dijemput tenaga medis dan anggota polisi yang memakai Baju Astronot. Ingin merayakan hari kemenangan malah dihiasi kesengsaraan. 

Kalaupun tuan rumah memberi ijin untuk bersilaturahmi. Berpikir dua kali. Apakah Anda yakin tuan rumah dan tamu aman dari virus corona. Kalau setelah telepon tuan rumah bilang boleh dan kekeuh ingin berkunjung. Silahkan datang dengan segala risiko dan jangan lupa pakai masker, duduk berjarak secara fisik, dan jangan makan dan minum soalnya kan wajib pakai masker.

Stop, jangan berjabat tangan mending lebaran telepon dulu sebelum datang

Genggaman tangan Anda tidak dibutuhkan saat lebaran tahun ini. Salam saja dari jauh, seperti salaman kepada yang bukan muhrimnya. Enggak usah berpelukan, enggak perlu. Jangan marah pula, kalau tuan rumah meminta Anda disemprot dulu dengan disinfektan atau diwajibkan pakai hand sanitizer. Harus tetap bersih agar tetap sehat.

Apbila di keluarga yang dikunjungi ada anak kecil dan anak bayi, jangan cubit dan sentuh wajahnya seolah-olah gemas sekali. Tanpa adanya COVID-19, anak-anak itu enggak suka kok dicubit-cubit pipinya. Sakit tahu. Cukup dilihat dari jauh saja dan berikan ampau. THR lebaran itu lebih penting buat anak-anak daripada cubitan pipi.

Jika Anda merasa keberatan dengan segala aturan protokol kesehatan ketika bertamu lebaran. Itu tandanya memang lebih penting di rumah saja. Enggak usah lebay mesti mengunjungi saudara, kerabat, dan tetangga. Pakai cara lain aja, misalnya lewat grup whatsApp RT/RW/ Lurah atau atau lainnya. Lagian zaman sekarang kan canggih bisa via video call.

Ingat menjaga kesehatan lebih penting dibandingkan kunjungan lebaran Anda. Lebih baik lebaran di rumah saja. Menikmati kue lebaran bersama keluarga sekaligus menjamin semua orang tetap sehat selama masa wabah virus corona yang belum usia di Indonesia. Ingat lebaran telepon dulu, siapa tahu tuan rumah tak mau dikunjungi.

Sabumi Volunteer mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Baca juga:

Apa Herd Immunity itu dan Bisakah Indonesia Menerapkannya?

Bagaimana mungkin Aturan PSBB Melawan Hasrat Belanja Baju Lebaran Emak-Emak Indonesia

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close