Sun. May 26th, 2024
    Korupsi Dana Bansos. Sumber detik.comKorupsi Dana Bansos. Sumber detik.com

    Korupsi Dana Bansos dengan tersangka mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara membuktikan ada saja orang rakus di tengah bencana. Ketika bantuan harusnya disalurkan penuh kepada kaum miskin. Tersangka kasus bantuan sosial malah mengambil jatah.

    Hingga akhirnya, Juliari terbukti bersalah dan divounis 12 tahun perjara dengan denda Rp 500 juta. Selain itu, tersangka korupsi dana bansos pun dikenakan hukuman membayar uang pengganti dengan nilai Rp Rp 14,59 miliar. Kaum miskin boleh terperangah karena tak terbayang sebanyak apa uang tersebut jika disimpan di lemari rumah.

    Meski begitu, sedang menjadi pesakitan di ruang sidang sebagai tersangka kasus bansos, Juliari sempat minta dikasihani untuk meringankan penderitaannya. Rasa derita setelah bergelimang harta memakan uang negara yang harusnya jadi miliki jutaan jiwa orang tak mampu di negeri. Orang miskin yang semakin melarat karena terdampak pandemi Covid-19.

    Pelaku Korupsi Dana Bansos yang Tak Mengakui Perbuatannya

    Meski bukti-bukti di pengadilan memberatkan tersangka, ia mencoba berkelit dan menyangkal perbuatannya. Anehnya dia memintah belas kasih kepada hakim untuk dibebaskan karena sudah merasa menderita.

    Oh, mantan mensos Juliari, apakah kamu tahu sakitnya hidup dalam kemiskinan dan didera rasa lapar? Seperti tidak karena kau malah kekenyangan mengambil jatah dana bansos untuk diri sendiri.

    Perbuatan yang sungguh keji ditengah banyak warga kelas bawah tertekan ekonominya karena kondisi darurat bencana nonalam wabah covid-19. Namun sekali lagi, dia tidak mengakui perbuatannya dan syukurlah hakim membuktikan perbuatan korupsi kemensos sungguh durjana.

    Wahai rakyat jelata, jangan sampai lupa sejarah rakusnya sang mantan menteri sosial pelaku korupsi dana bansos ini. Ingat pula ia ditangkap pada tanggal 6 Desember 2020, setelah KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan pada 5 Desember 2021 (kompas.com).

    Kasus suap Bansos Covid-19 dari pengadaan paket sembako di Kemensos tahun 2020 itu memiliki dana yang sangat besar hingga Rp 5,9 Triliun. Secara cekatan, para tersangka menyepakati jatah fee dari paket bantuan sosial kepada sang mantan menteri di Kemensos.

    Bayangkan saja, pada periode pertama pengadaan bansos Kemensos tersangka diperkirakan menerima fee Rp 17 miliar menurut KPK. Pat gulipat tersangka dan rekan-rekannya berhasil diendus KPK dan berhasil memenjarakan Juliari. Uang-uang yang akhirnya membuat kekayaan bertambah banyak di atas penderitaan hak kaum miskin.

    Indonesia Tidak Kehabisan Stok Orang Rakus yang Tega Memakan Jatah Kaum Miskin

    Pada akhirnya, keadilan semata-mata milik Tuhan, setidaknya kasus korupsi di Kemensos membuktikan bahwa orang-orang rakus tak pernah habis di negeri ini. Mereka yang menggunakan jabatannya untuk meraup keuntungan pribadi.

    Orang-orang yang tidak memiliki rasa empati dan berani memakan uang negara yang semestinya digunakan untuk kepentingan si miskin. Tetapi apa daya, kaum kelas bawah hanya bisa merasa miris melihat koruptor bergantian menggerus uang negara.

    Artikel menarik lainnya: Tidak Divaksin Pembelajaran Tatap Muka di Jabar Belum Bisa Dilakukan

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *