Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Opini

Dari Kasus Baiq Nuril Kita Tahu Tak Semua Pelecehan Seksual Dikenai Jerat Hukum

Pada akhirnya Kasus Baiq Nuril terkait penyebaran konten asusila berkeputusan total dan kita menjadi tahun tidak semua kasus pelecehan seksual dikenai jerat hukum. Keputusan MA menguatkan hukuman sebelumnya penjara selamat 6 bulan dan denda 500 juta rupiah.

Kasus yang bermula dari rekaman percakapan berbau pelecehan verbal terhadap perempuan tersebut menyita perhatian publik. Semester viral dan isunya sempat ditanggapi presiden. Presiden memberikan kesempatan pada Nuril Baiq mengajukan Grasi atau Amnesti.

Kalau mengajukan Grasi artinya tersangka mengakui kejahatan yang dilakukan dan presiden membebaskan dari hukuman. Sedangkan, Amnesti membuat kasus hukum dianulir atas pertimbangan kasus dan dikuatkan oleh keputusan Presiden.

Seperti Kasus Baiq Nuril, Tak Semua Kasus Pelecehan Seksual Terkena Hukuman

Baiq Nuril dari penguasa hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan Grasi karena sama saja mengakui kejahatan yang justru dilakukan orang lain. Mantan kepala sekolah yang melaporkan Nuril bebas melenggang.

Kasus tersebut bisa terjadi karena tidak ada undang-undang yang mengatur pelaku pelecehan Seksual verbal Tanpa sentuhan fisik dapat dihukum. Sebaliknya penyebaran konten berbau Seksual dapat dikenakan UU ITE.

Maka dari itu, tidak heran kalau Nuril yang terbukti bersalah. Undang-undang Penghapusan kekerasan Seksual UU PKS justru sedang digodok.

Menariknya UU PKS yang sedang digodok justru ditolak oleh sebagian kelompok dan individual. Padahal, UU tersebut bermaksud melindungi kaum perempuan dari kejahatan pelecehan dan kekerasan Seksual.

Semoga dukungan terhadap rancangan UU PKS lebih kuat dan disahkan menjadi undang-undang. Agar saudara, adik, ibu, dan kakak perempuan kita dilindungi secara hukum dari kasus pelecehan Seksual.

Untuk Baiq Nuril, semoga presiden menyetujui pertimbangan Amnesti yang akan diajukan. Agar terbebas dari ancaman Hukuman yang telah berkekuatan tetap tersebut.

Baca juga:

Tips hidup Sehat Alami di Atas Usia 30 Tahun

Cara Menolak Ciuman Darinya, Jangan Ragu Mengatakannya

Mari Melindungi Baiq Nuril dan Perempuan yang Lain dari Kasus Pelecahan Seksual

Kita semua harus memahami Rancangan Undang-Undang Penghapusan kekerasan Seksual sangat penting. Agar Tercipta keadilan dan paradigma betapa rencanya perempuan terhadap kekerasan seksual.

Perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual harus lebih diperhatikan dan terjamin kedudukannya di mata hukum. Korban harus diperhatikan hak sebagai perempuan.

Tahukan Anda, ada sembilan tindak pidana kekerasan seksual yang harus diperhatikan. Antara lain terdiri dari pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan aborsi, perkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, dan penyiksaan seksual.

Jangan sampai perempuan yang menjadi orang terdekat kita menjadi korban malah berada posisinya sebagai terpidana dalam kasus pelecehan seksual.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close