Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Opini

Bangga Kepada Pemain Muda PSSI U-22 dan Buang Pengurus Lama – Sabumi Sukabumi

Kita tentu harus bangga kepada Pemain Muda PSSI U-22 yang berhasil sebagai sang juara Piala AFF U-22 2019. Tim yang dikalahkan bukan sembarangan. Thailand ditekuk dengan skor 2-1. Meski, sebagian penonton sepak bola Indonesia sempat tak yakin dengan penampilan mereka pada fase grup, toh Piala berhasil dibawa pulang.

Prestasi Pemain Muda PSSI U-22 sangat bagus dan patut diacungi jempol. Tim Asuhan Indra Sjafri tetap berprestasi, meski dibawah asosiasi sepakbola yang buruk rupa. Sang pelatih Indonesia U-22 tetap menunjukkan bahwa sejatinya timnas Indonesia bisa berprestasi kok. Biarin aja pengurusnya ngeselin dan ditangkapin polisi, sing penting Timnas U-22 Indonesia juara di Kamboja.

Kemenangan yang dihasilkan pemain muda PSSI U-22 bukan sebagai tolok ukur keberhasilan asosiasinya. Tidak. Ini murni kejelian pelatih dan tekad sang pelatih dan manjemen dalam mengelola Tim. Ingatlah Indra Sjafri sudah dua kali mengukir prestasi di Timnas U-19 dan Timnas U22. Dia tak ikut goyah, meski kapalnya mulai hancur diterkam bencana pengaturan skor, kematian suporter, dan masalah lainnya.

Melihat Timnas PSSI U-22 bisa yang bisa prestasi pada masa keterpurukan, mereka mungkin bisa jauh tringginas ketika PSSI juga diurus dengan baik. Tidak ada kecurangan pengaturan skor dan masalah lainnya. Untuk itu, tampaknya memang sudah waktunya membuang semua pengurus lama yang menggerogoti PSSI dari dalam.

Mulailah Membuang Pengurus Lama Demi Membangun Prestasi Pemain Muda PSSI dan Timnas Senior

Bagi Anda yang mengikuti kasus yang awalnya dingkat di acara Mata Najwa dengan Tema PSSI Bisa Apa Jilid 1 Hingga PSSI Bisa Apa Jilid 4 pasti kesal melihat fakta yang ada. Kok bisa-bisanya Ketua Plt dan Pengurus PSSI lainnya menjadi tersangka. Mereka yang kita percaya untuk membangun prestasi persepakbolaan Indonesia, malah menjadi duri dalam daging.

Bayangkan saja sudah 16 tersangka ditangkap, termasuk mantan Komite Eksekutif (Ecco) PSSI Hidayat menjadi tersangka yang cokok oleh Satgas Antimafia Bola. Tuh jumlahnya enggak sedikit kan. Beberapa jabatan mentereng yang ikut terseret kasus yang ditangani pihak kepolisian, seperti Ketua Plt PSSI, Exco PSSI, Komisi Disiplin, Anggota PSSI Kabupaten, sampai jajaran wasit.

Kalau diibaratkan tim sepakbola, tersangka ada disetiap lini pengurusan sepakbola, sak wasit-wasitnya jadi tersangka. Menariknya lagi, tuntutan pengunduran diri sang Ketua PSSI Edy Rahmayadi justru menguak fakta sebenarnya. Itu loh, pengurus-pengurus lama juga harus diminta angkat kaki dari PSSI.

Selama mereka masih berseliweran untuk mengurusi sepakbola, ya ndak bakal penonon bola Indonesia melihat prestasi lagi. Maka, pengurus PSSI lama atau mereka yang terlalu lama berpesta pora merusak dari dalam harus secepatnya dibuang. Jangan ada lagi pengurus PSSI yang terlalu lama menjabat, dibiarkan mengganggu persepakbolaan Indonesia lagi.

Baca juga :

Pawai Samenan Kenaikan Kelas dari Kampung Cijati Cicantayan Sukabumi yang Selalu Ramai

Inilah Alamat Kantor Imigrasi Sukabumi Bikin Mudah Mengurus Paspor

Buang Pengurus Lama dan Gantikan dengan Pengurus PSSI Baru yang Benar-Benar Peduli

Tidak heran Najwa Shihab menyatakan mosi tidak percaya kepada para begundal orang-orang lama di tubuh PSSI. Faktanya temuan Satgas Antimafia Bola membuktika PSSI memang sekarat. Orang-orang busuk dibalik krisis PSSI harus dienyahkan dan jangan dibiarkan bergelut dalam dunia sepak bola Indonesia. Mereka tidak boleh memiliki tempat bagi pengurus PSSI lama menjabat kembali.

Meski, ada prestasi Timnas U-22 dibalik buruknya pengurus PSSI. Itu tidak cukup, Indonesia sudah terlalu lama tidak menuai prestasi di timnas senior PSSI. Terlalu banyak orang yang mati karena kericuhan antar suporter. Sudah terbukti pengaturan skor memang terjadi dalam pertandingan antar klub dalam liga resmi PSSI.

Dukung pergantian pengurus PSSI yang benar-benar peduli dan buang pengurus lama yang sudah membuang PSSI dalam kondisi krisis.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close