Thu. May 30th, 2024
    Kasus Anak Perempuan Diperkosa di TangerangKasus Anak Perempuan Diperkosa di Tangerang

    Seorang anak perempuan meninggal setelah diperkosa oleh 7 orang. Tak kuat menahan perih, depresi dimasukkan rumah sakit jiwa, dan kasusnya baru diselidiki setelah kematiannya. Apa daya seorang anak perempuan, dari berita online dikabarkan malah masalah perkosaan itu telah diselesaikan secara damai.

    Bahkan, kasusnya dianggap sudah dibicarakan secara kekeluargaan. Alasannya pacar korban akan bertanggung jawab untuk menikahi dan membiayai pengobatan korban. Korban yang meninggal dunia akibat rasa sakit yang tak tertahankan. Bagaimana mungkin pemerkosa dibilang akan bertanggung jawab terhadap orang yang disakitinya.  Anak perempuan itu tak bisa menggugat pahitnya hidup yang dialaminya. Tak mampu melakukan tuntutan hukum terhadap pelaku kejahatan hingga berujung kematian setelah dua pekan kejadian biadab itu terjadi.

    Perkosaan anak mungkin pernah terjadi di sekitar tempat tinggal Anda. Kasusnya terdengar, namun seolah bukan masalah besar. Masalah berat yang dialami akibat perkosaan itu malah berujung damai. Padahal, tidak akan tercipta kedamaian dalam kehidupan dari sisi korban. Namun, nyatanya korban kerap berada dalam posisi yang salah, dipojokkan, dan tak bisa mengungkap kejadian pedih yang dialaminya.

    Peristiwa Anak Perempuan Diperkosa di Tangerang itu Mungkin Terjadi di Sekitar Kita

    Kejadian pemerkosaan di Tangerang adalah bukti kasus pemerkosaan sepertinya dinggap kejahatan biasa saja. Kasusnya bahkan bisa didamaikan secara kekeluargaan. Keluarga pelaku menyatakan akan bertanggung jawab dan dianggap beres. Padahal, korban mengalami depresi dan harus menjalani pengobatan selama dua minggu di rumah sakit jiwa dan akhirnya meninggal.

    Tahukah Anda berdasarkan Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2019 yang dirilis oleh Komnas Perempuan pada tanggal 6 Maret 2020. Kasus Kekerasan terhadap Anak Perempuan (KTAP) melonjak sebanyak 2.341 kasus. Dari jumlah 1.417 kasus tahun sebelumnya. Kasus inses dan kekerasan seksual yang terjadi pada anak perempuan terjadi 571 kasus.

    Temuan kasus tersebut diharapkan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Agar dapat memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak perempuan. Perlindungan tersebut terutama dari kebijakan yang menyangkut kekerasan seksual, agar tercipta ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Apalagi kasus kekerasan terhadap ana perempuan terus meningkat. Seperti fenomena gunung es, kasus yang sebenarnya bisa lebih besar dari yang terungkap.

    Sayangnya, kasus kekerasan terhadap anak perempuan sering dibiarkan dan kasusnya diendapkan begitu saja. Contohnya, perkosaan di Tangerang dilakukan penangkapan terhadap pelaku setelah kematian korban. Keluarga pelaku dan korban malah menyelesaikan masalah dengan jalan damai. Hal tersebut jangan sampai terulang lagi. Sungguh lucu, perempuan yang diperkosa malah akan dinikahkan dengan pelakunya.

    Kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi darimana saja, dari orang yang dikenal seperti saudara kandung, kerabat, anggota keluarga, bahkan orang yang mengaku sebagai pacar. Kasus kekerasan terhadap anak harus dilaporkan dan jangan ada lagi pembiaran. Pelaku pemerkosaan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Apalagi, korbannya sampai meninggal dunia. Coba bayangkan jika anak perempuan yang meninggal akibat diperkosa itu anak Anda? Apa yang akan Anda lakukan?

    Baca juga: Cuitan Novel Baswedan Terhadap Tuntutan Satu Tahun Atas Tersangka Kasus Mata Disiram Air Keras

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *