News

Sekolah Selamat Pagi Indonesia Kasus Pemerkosaan Menjadi Noda Hitam Dunia Pendidikan

Sekolah Selamat Pagi Indonesia sedang menjadi pembicaraan hangat, pasalnya Julianto Eka Putra sang pendiri menjadi pelaku pemerkosaan. Siapa yang menjadi korbannya? Adalah murid-muridnya sendiri. Ia sudah menjadi tersangka akibat kelakuan bejatnya.

Kasus ini bukan masalah yang baru terjadi, tetapi sudah sejak satu tahun yang lalu. Julain Eka Putra yang disebut-sebut juga sebagai motivator, bahkan menjadi seorang Kick Andy Heroes telah ditetapkan sebagai tersangka, sejak 5 Agustus 2021. Masalahnya sendiri mulai ramai dibicarakan pada bulan Mei 2021 (sumber https://www.beautynesia.id/).

Anehnya, sang tersangka masih bebes berkeliaran menghidup udara bebas, padahal kasusnya cukup mengerikan. Pemerkosaan terhadap siswa sekolah yang notabene-nya masih di bawah umur ketika pemerkosaan terjadi. Kasus besar yang seolah senyap dari pembicaraan publik.

Padahal, kalau berkaca dalam kasus yang sama di Kota Bandung, ketika santri/siswa diperkosa gurunya sendiri, sang tersangka divonis hukuman mati. Setelah sebelumnya sempat mendapat hukuman seumur hidup.

Kejahatan seksual ini semakin membesar pembahasannya, ketika mantan siswa SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) berani bicara. Namanya semakin marak diperbincangkan. Berawal dari pengakuan dua orang korban di Cokro Tv, kemudia diibahas ulang di Podcast Close The Door, yang dikelola Deddy Corbuzier dan timnya. Lalu bagaimana pengakuan kedua korban?

Pengakuan Dua Korban Kasus Pemerkosaan Sekolah Selamat Pagi Indonesia

Berdasarkan pengakuan dua orang korban, mereka mengaku telah dilecehkan dan diperkosa. Salah satunya perempuan mantan siswa SMA Selamat Pagi Indonesia mengaku diperkosa berulang kali. Begitu pula, satu perempuan korban lainnya, mengaku dipaksa melakukan oral sex oleh pelaku berkali-kali.

Lalu, para korban pun berani melaporkan pelaku ke Komnas HAM atas dugaan kekerasan seksual terhadap para siswanya. Persidangan masih berjalan hingga saat ini (bulan Juli 2022). Lalu kenapa kasus ini semakin digaungkan? Karena para korban ingin mendapat keadilan.

Mereka ingin tersangka yang ternyata tidak ditangkap, tidak dibiarkan leluasa bebas berkeliaran. Apalagi kejahatan yang menjeratnya adalah pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Selain itu, para korban ingin suara mereka lebih didengar ketika sidang di pengadilan. Agar lebih terkuak permasalahan yang sebenarnya terjadi dari perpektif korban.

Lantas, siapa itu Julianto Eka Putra tersebut? Apa hubungan dirinya dngan para korban?

Artikel menarik lainnya: Cara Daftar Aplikasi MyPertamina untuk Membeli Pertalite dan Solar Bersubsidi

Sang Pendiri  Sekolah Selamat Pagi Indonesia Atau SPI di Kota Batu  

Tahukah Anda, Julianto Eka Putra dengan nama panggilan Ko Jul adalah seorang pebisnis, praktisi, dan motivator. Ia mendirikan Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI di Kota Batu, Jawa Timur.

Niatnya sebagai pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia adalah menolong para siswa dari golongan anak yatim dan dhuafa agar agar bisa sekolah gratis. SPI Malang berdiri pada tahun 2003 dan menampung peserta didik baru pada tahun 2007.

Karena dinilai peka terhadap masalah sosial, dibidang pendidikan ia pernah dinominasikan sebagai Kick Andy Heroes pada tahun 2018. Penghargaan tersebut pulalah yang membuat namanya semakin bersinar. Namun semenjak kasusnya semakin diketahui banyak orang, netizen ingin penghargaan tersebut ditarik dari dirinya. Pemerkosaan adalah kejahatan seksual. Pelakunya tidak layak menjadi heroes.

Kegiatan dan penghargaannya di bidang sosial pendidikan tidak membuatnya melindungi anak didiknya di Sekolah SPI Malang. Malah menjadi serigala berbulu domba. Setidaknya terdapat sekitar 15 anak yang berani mengaku korban pelecehan seksual dari Julianto Eka Putra.

Artikel menarik lainnya: Heboh Gaji ACT Rp250 juta, Presiden Aksi Cepat Tanggap Menilai Masalah Telah Berlalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *