PPKM Jawa Barat 2021, Ridwan Kamil Ingin Kabupaten/ Kota Menjadi Level 1 di Jabar

PPKM Jawa Barat 2021, Ridwan Kamil Ingin Kabupaten/ Kota Menjadi Level 1 di Jabar

PPKM Jawa Barat 2021 yang terus membaik, membuat  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingin semua kab/kota naik kelas. Ia berharap asesmen level PPKM berubah menjadi level 1, terutama di wilayah level 2.

Hingga PPKM perpanjangan 30 Agustus, terdapat empat daerah di level 2, yaitu:  Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Subang, dan Majalengka. Namun, empat daerah masih berada di level 4 Jawa Barat, yaitu: Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cianjur.

Kabupaten Cianjur menjadi  satu-satunya daerah di Jawa Barat masih zona merah. Sedangkan, 19 daerah lain termasuk wilayah level 3.

Penetapan Level PPKM Jawa Barat 2021 Atas Keputusan Instruksi Menteri Dalam Negeri

Tahukan Kawan Sabumi, level kab/kota ditetapkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2021 mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Virus COVID-19 di wilayah Jawa Barat.

Untuk itu, perlu dilakukan upaya maksimal agar level 1 Jawa Barat bisa tercapai. Kang Emil ingin daerah level dua secepatnya menjadi level 1.Hal itu dinyatakan dalam jumpa pers usai Rapat Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabat secara virtual, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung (27/8/2021).

Berdasarkan info Komite Penanggulangan COVID-19 masih fokus memperbaiki data di kab/kota terutama Kota Depok yang memiliki masalah. Sedangkan, empat daerah lain menunjukkan tingkat penularan tidak normal pada dilihat dari kasus aktif dan tingkat kesembuhan.

Jika dilihat dari data, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Subang, dan Indramayu memiliki kasus aktif 26,73 persen, 14,29 persen, dan 9,57 persen. Kabupaten Tasikmalaya dan Subang termasuk wilayah level 2.

Berbeda dengan Kabupaten Cianjur yang masih zona merah di Jabar memiliki angka kematian 175 jiwa per 16-22 Agustus 2021 di data Kemenkes. Namun, data real di lapangan tercatat di Pemkab Cianjur kematian hanya 4 orang dalam waktu yang sama.

Data terebut dinilai rancu dan Gubernur Jabar memerintahkan melakukan perbaikan. Agar pembersihan (cleansing) data diselesaikan dalam wkatu tujuh hari dari sekarang. Dugaan Gubernur Jabar masalah ada di data. Sehingga, harus melakukan cek dan ricek satu per satu kasus aktif.

Kabupaten dan Kota Level 4 Jawa Barat Diminta Menunda Membuka Tempat Wisata

Meski begitu, Ridwan Kamil memerintahkan kota/kabupaten tetap mengikuti ketetapan Pemerintah Pusat. Misalnya pembukaan objek wisata ditunda bagi daerah dengan kategori PPKM level 4 seperti Kota Cirebon.

Kang Emil telah mengusulkan kepada Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjalankan PPKM di level kecamatan. Agar objek wisata dapat dibuka, dengan catatan kecamatan di daerah tersebut bukan termasuk zona merah atau level 4. Jadi, pariwisata bisa dibuka di wilayah kecamatan level 3 dan 2 Jawa Barat.

Ia juga mengingatkan protokol kesehatan dan aktivitas 3T (Tes – Telusur – Tindak Lanjut) wajib dilaksanakan. Sehingga sesuai data 26 Agustus 2021, tingkat kedisiplinan masyarakat semakin baik selama masa PPKM.

Penggunaan masker 90,14 parsen dan menjaga jarak sekitar 86,77 persen. Penilaian tersebut dari pemantauan Tim Perubahan Perilaku (TNI/Polri/Satpol PP) terhadap 3.212.055 orang di 502.756 titik pemantauan.

Testing COVID-19 terus dilakukan dan telah mencapai 16.374 tes per hari pada 16-22 Agustus 2021. Adapun tingkat kepositifan (positivity rate) sekitar  14,03 persen. Sedangkan dari tes PCR 42 persen dan 58 persen antigen. Demikian informasi PPKM Jawa Barat 2021, Ridwan Kamil berharap mampu memecahkan Rekor Level 1 Wilayah Jabar.

Artikel menarik lainnya: Apa Sebenarnya yang Menjadi Alasan PTM Terbatas Ingin Dilaksanakan Secepatnya?

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *