News

Penggunaan Pengeras Suara Azan Diatur Lagi, Pembacaan Al-Qur’an atau salawat/tarhim 10 Menit

Penggunaan pengeras suara azan diatur lagi oleh Kementerian Agama. Salah satunya mengatur tentang Pembacaan Al-Qur’an atau salawat/tarhim 10 Menit. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebarkan edaran tentang penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Aturan di atas tersebut dimuat dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022.

Menurut Menteri Agama, pemakaian pengeras suara masjid dan Musala adalah keharusan bagi umat Islam sebagai salah satu media Umat Islam. Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga bervariasi, baik agama, kepercayaan, latar belakang dan lainnya. Jadi upaya diperlukan untuk menjaga persaudaraan dan harmoni sosial.

Pedoman tersebut menjadi acuan ketika menggunakan speaker masjid dan musala bagi penjaga dan pihak terkait lainnya. Tujuannya menyangkut upaya meningkatkan perdamaian, ketertiban dan keharmonisan antara penduduk masyarakat.

Ketentuan Penggunaan Pengeras Suara Azan

Isi Ketentuan Surat Edaran Menteri Agama mengenai Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, sebagai berikut:

1. Umum

a. Pengeras suara terdiri daripada pengeras suara dalam dan luar. Pengeras suara dalam adalah Perangkat yang diarahkan ke bilik masjid / dala ruangan. Sedangkan pengeras suara luar berfungsi untuk ke luar bilik masjid /luar ruangan.

b. Penggunaan pengeras suara di masjid / musala adalah bertujuan untuk:

  • mengingatkan masyarakat melalui kajian Alquran, solawat Nabi dan suara Azan sebagai tanda masa salat Fardu.
  • Menyampaikan suara Muazin kepada jemaah Saat azan, suara imam untuk makmum Ketika sholat jemaat, atau suara khatib dan penceramah pada jemaat.
  • Siar Da’wah kepada masyarakat di dalam dan di luar masjid / musala.

2. Instalasi dan penggunaan speaker

  • Instalasi loudspeaker dipisahkan antara speaker luar dan pengeras suara dalam masjid / musala;
  • Untuk hasil suara yang optimal, pengaturan akustik harus dibuat yang baik.
  • Volume speaker diatur sesuai dengan kebutuhan dan maksimal 100 dB tertinggi (seratus desibel).
  • Penggunaan speaker pengeras suara dengan membaca rekaman, disarankan memperhatikan kualitas perekaman, waktu dan bacaan akhir dari ayat, Solawat / Tarhim.

3. Prosedur Tata Cara untuk Menggunakan Pengeras Suara

a. Waktu Sholat:

1) Subuh:

a) Sebelum waktu Azan, membaca Al-Qur’an atau Selawat / Tarhim boleh memakai pengeras suara luar dalam tempo waktu paling lama 10 (sepuluh) menit.

b) Pelaksanaan sholat subuh, zikir, doa dan kultum subuh menggunakan pengeras suara bagian dalam.

2) Zuhur, Asar, Magrib dan Isya:

a) Sebelum waktu azan, membaca Al-Qur’an atau Selawat / Tarhim boleh menggunakan pengeras suara luar dalam tempo paling lama 5 (lima) menit; dan

b) Setelah azan, yang digunakan dalam pengeras suara dalam.

3) Jum’at:

a) Sebelum waktu Azan, membaca Al-Qur’an atau Selawat / Tarhim boleh menggunakan pengeras suara luar dalam tempo 10 (sepuluh) menit yang paling lama.

b) Pengumuman tentang petugas Jumat, hasil infaq, pelaksanaan khutbah salat jumat, zikir dan doa, memakai Pengeras Suara Dalam.

b. Mengumandangkan Pengeras Suara luar.

c. Aktivitas Syiar Ramadan, Takbiran Idul Fitri, Idul Adha, dan Hari Besar Agama Islam:

  1. Penggunaan pengeras suara pada bulan Ramadan baik saat pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah Ramadan / Kajian dan Tadarrus Al-Quran memakai pengeras suara dalam.
  2. Takbir pada 1 Syawal / 10 Zulhijjah di masjid / masjid boleh menggunakan pengeras suara luar hingga pukul 22:00 dan boleh dilanjutkan dengan saluran suara dalam.
  3. Pelaksanaan Salat Idul Fitri dan Idul Adha boleh dilakukan menggunakan pengeras suara luar.
  4. Takbir Idul Adha pada Hari Tasyrik pada 11 hingga 13 Zulhijjah boleh diberikan selepas pelaksanaan Rawatib Salat.memakai pengeras Suara Dalam.
  5. Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam menggunakan speaker pengeras suara, kecuali apabila pengunjung tablig melimpah dari masjid / Mushola  boleh menggunakan saluran suara luar.

Demikian penjelasan mengenai Penggunaan Pengeras Suara Azan Diatur Lagi. Sehingga umat Islam memahami aturan yang bisa dilakukan dalam syiar agama dan waktu salat di masjid.

Artikel menarik lainnya: Harga Minyak Goreng Mahal di Alfamart dan Indomaret Sama Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *