Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
News

Bukan Lockdown Jakarta, Apakah Kamu Mengerti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dilaksanakan?

Menteri Kesehatan menyetujui permintaan Pemprov DKI Jakarta untuk menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan tersebut pun secara efektif diberlakukan mulai Jumat, 10 April 2020. Hingga tanggal 8 April 2020, kasus COVID-19 berjumlah 2.956 dan 240 orang meninggal. Jumlah kasus di Jakarta paling tinggi se-Indonesia dan dinyatakan sebagai pusat penyebaran virus corona. Banyak dari warga yang pulang ke kampung halaman dari ibukota ternyata terjangkit virus dan menyebarkan kepada orang lain.

Atas dasar tersebut Anies Baswedan, Gubernur Jakarta meminta kepada Pemerintah Pusat untuk menerapkan PSBB di wilayah yang dipimpinnya. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya yang harus diambil, jika ingin memutus mata ratantai penyebaran COVID-19.

Poin-Poin Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Jakarta

Sudah tahukah kamu poin-poin yang akan dilaksanakan dengan adanya PSBB tersebut? Dari fanpage Pemprov Kota Jakarta menjelaskan dalam pelaksanaannya, sebagai berikut:

  1. Proses kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah dilakukan di rumah.
  2. Semua lokasi tempat hiburan, rekreasi, taman, dan balai pertemuan ditutup.
  3. Kegiatan sosial budaya akan dibatasi, seperti resepsi pernikahan dan khitanan.
  4. Aktivitas perkantoran dihentikan, kecuali 8 sektor: kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan dan perbankan, logistik/distribusi, retail (warung/ toko), dan industri strategis.
  5. Kapasitas penumpang dan jam operasional moda transportasi dibatasi.
  6. Semua warga wajib pakai masker kain selama di luar rumah.
  7. Tidak boleh melakukan kegiatan berkerumun lebih dari 5 orang.
  8. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan miskin. Bagi mereka yang terdampak PSBB akibat wabah COVID-19.

Sementara itu, Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Bara pun meminta PSBB (PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR) Kota/Kabupaten yang berdekatan dengan DKI Jakarta. Wilayah tersebut antara lain Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor. Alasan Kang emil karena hampir 70% pergerakan penyebaran virus terjadi di Jabodetabek. Beliau merasa perlu bersinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten dalam menerapkan PSBB.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tetap menyarankan setiap warga tatap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Tidak lupa menerapkan untuk pysical distancing dan mencuci tangan pakai sabun setiap sebelum dan setelah melakukan kegiatan berbagai kegiatan.

Baca juga : Cerita Tentang Deden : Dari Buruh Sawit Menjadi Petani Organik Di Kampung Cibiru Sukabumi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *