Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
News

Cuitan Novel Baswedan Terhadap Tuntutan Satu Tahun Atas Tersangka Kasus Mata Disiram Air Keras

Publik dibuat terkejut atas tuntutan terhadap tersangka Kasus Mata Novel Baswedan Disiram Air Keras. Pada pembacaan tuntutan disebutkan bahwa dari fakta persidangan terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Disebutkan niat pelaku menyerang bagian badan. Namun mengenai kepala korban yang mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat. Jadi, seolah perbuatan para tersangka dilakukan tanpa kesengajaan.

Novel Baswedan bereaksi menuliskan dalam akun twitternya @nazaqistsha sembari menautkan berita dari detik.com tentang tuntutan tersebut.

Hari ini kita lihat apa yang saya katakan bahwa sidang serangan terhadap saya hanya formalitas. Membuktikan persepsi yang ingin dibentuk dan pelaku dihukum ringan . Terdakwa kasus penganiayaan berat Novel Baswedan, Ronny Bugis, dituntut 1 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dinilai tidak masuk akal, karena bukan hanya tindakan dilakukan secara terencana tetapi, membuat cacat mata Novel Baswedan.

Novel Baswedan Ingin Katakan Terserah Terhadap Kasus Mata Disiram Air Keras

Dituliskan pula dalam akun twitternya. “Melihat kebusukan semua yg mrk lakukan rasanya ingin katakan TERSERAH.. Tetapi yang mereka lakukan ini akan jadi beban diri mereka sendiri, karena semua akan dipertanggungjawabkan. Termasuk pak @jokowi yang membiarkan aparatnya berbuat spt ini. Prestasi?”

Cuitan tersebut pun mendapat banyak dukungan dari pengguna twitter. Dari yang mempertanyakan tuntutan hukuman. Hingga, mendoakan Novel Baswedan, tetap bersabar, dan terus berkerja maksimal di KPK.

Tuntutan hukuman  yang dinilai ringan tersebut pun memantik tanda tanya dari LBH Jakarta.

Mengapa pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan hanya dituntut 1 tahun penjara? Sedangkan pada kasus serupa bisa mencapai 8 tahun, bahkan sampai 20 tahun. Padahal, ini kasus besar (high profile) yang para terdakwanya merupakan anggota polisi aktif.

Disertakan pula bukti perbandingan terhadap vonis hukuman terhadap kasus yang serupa. Vonisnya memang cukup tinggi dari 8 tahun hingga 20 tahun.

Persidangan tersebut dianggap sebagai sandiwara hukum. Karena Penuntut Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hanya menuntut dua terdakwa penyerangan  terhadap Novel Baswedan dengan satu tahun penjara. Tuntutan tersebut dinilai tidak hanya sangat rendah, tetapi memalukan dan tidak berpihak pada korban kejahatan. Apalagi serangan tersebut diarahkan kepada Penyidik KPK yang telah terlibat banyak dalam upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: Tidak Terjadi Kenaikan Menurut PLN, Begini Cara Melaporkan Pembengkakan Listrik Rumah Anda

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close