Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
News

Menghentikan Banjir Kebencian dan Waktunya Menolong Para Korban

Tahun baru 2020 dimulai dengan wajah sendu ibukota, wilayah lain se-Jabodetabek, banyak warga yang membutuhkan pertolongan, tetapi sayangnya bukan membantu malah peristiwa banjir menunjukkan aroma kebencian.

Lihat saja diberbagai linimasa media sosial, netizen sibuk saling sindiri dan menuduh siapa yang salah. Padahal, air kan tetap mengalir tak terbendung seiring curah hujan yang tak berhenti. Ejek-mengejek seolah menjadi kebiasaan, menyalahkan gubernur dari masa ke masa pun dimulai. Padahal, tidak ada manfaat dari cai-maci yang disalurkan melalui akun media sosial.

Korban terus berjatuhan, bahkan dari berbagai pemberitaan jumlahnya sudah 16 orang meninggal dunia dengan kemungkinan bertambah berdasarkan data BNPB dari berbagai wilayah se-Jabodetabek. Penyebabnya beragam, dari terseret air, terseterum, hipotermia, hingga tertimbun longsor.

Banjir berakibat banyak kerugian, bukan hanya fisik bangunan dan isi rumah, melainkan nyawa pun bisa melayang. Dari dampak banjir yang begitu merugikan, masih saja ada orang yang tega menyulut api kebencian dibalik guyuran air yang sangat meresahkan di awal tahun ini. Bukannya berbagi empati dan berupaya dalam membantu korban terdampak banjir.

Enyahkan Kebencian dan Mari Cari Tahun Bagaimana Pemerintah Daerah Mengatasi Banjir

Ketika hujan dengan curah yang tinggi membahasahi bumi Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Bekasi, dan sekitar Jawa Barat, manusia tampak tak bisa berbuat banyak. Pasrah terendam banjir. Pemerintah pun sama tidakbisa mengatasi masalah banjir, padahal terjadi tahun ke tahun, dari gubernur yang satu berganti dengan gubernur yang lain.

Teori dari normalisasi hingga naturalisasi beserta isasi lainnya terbukti terbantahkan dan tak ampuh mengatasi persoalan banjir.

Sebagai netizen yang bijak tidak ada salahnya menanyakan kenapa berbagai program penanggulangan banjir tidak bisa mengatasi masalah. Sebagai warga, toh berhak pula menyoal rasa aman kepada pemerintah daerah bahkan pusat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Menyoal kebijakan itu lebih baik, dibandingkan menyalahkan orang per orang alias secara pribadi. Misalnya nih, kalau netizen sibuk menyaci kebijakan Anies Baswedan, tanpa tahu dasar kebijakan program penanggulangan banjir selama dia menjabat. Tidak tahu pula, bagaimana kebijakan Ahok waktu itu yang punya janji sama dapat mengurangi titik banjir.

Jabatan gubernur akan berganti dan terus saja menyalahkan gubernur selanjutnya. Tetapi, sebagai warga tidak pernah mengkritik kebijakan penanganan banjir yang tak pernah menyelesaikan masalah.

Lebih jauh dari itu, kini waktunya saling berpegang tangan membantu korban banjir, toh saling menebar kebencian dan saling mengejek di media sosial itu tidak ada gunanya.

Baca juga :

Ketika Tahun Baru Disambut Hujan dan Banjir di Jabodetabek, Ini Informasi yang Wajib Kamu Tahu

Kacamata renang dari Susi Pudjiastuti untuk Anak Pesisir

Mari Membantu Korban Banjir dan Hentikan Caci-Maki Kebencian

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa kejadian banjir berdampak luas dan menimbulkan korban tak sedikit se-Jabodetabek.  Korban yang mengungsi lebih 30.000 orang. Ribuan rumah masih tergenang air. Jadi, ada begitu banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan Anda.

Beberapa hal yang bisa dilakukan membantu korban banjir, antara lain :

  1. Berbagi nomor layanan informasi penting terkait pertolongan korban banjir.
  2. Menjadi relawan menolong korban banjir.
  3. Turut mendirikan dapur umum, korban banjir pasti membutuhkan makanan.
  4. Mengumpulkan perlengkapan kebutuhan sehari-hari korban banjir. Mereka mungkin butuh baju, pakaian dalam, popok bayi, dan lainnya.
  5. Sebagai netizen, bisa juga membantu beri informasi tentang korban yang masih perlu ditolong, karena tidak bisa keluar rumah akibat banjir.

Banjir kebencian itu lebih baik dikurangi dan waktunya menolong para korban dari sekarang. Semoga hujan berhenti turun dan kondisi kembali seperti sedia kala.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close