News

Menghajar dengan Pukulan Kayu Begitulah Cara Polisi India Memaksa Warga Tetap di Rumah Aja

Polisi India membuat tindakan tegas yang berbeda dengan negara lain dengan menghajar warga dengan pukulan kayu agar tetap di rumah saja. Banyak video beredar di Internet yang menunjukkan Polisi menghukum langsung orang yang ke luar rumah. Hukuman diantaranya melakukan squat, sit-up, push-up, dan memukul dengan kayu. Tindakan tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan larangan tiga minggu untuk pergi ke luar rumah. Upaya tersebut untuk memperkecil penyebaran COVID-19.

Pemukulan pihak kepolisian tersebut membuat banyak orang memposting di media sosial. Mereka mengatakan lebih baik di rumah daripada mendapat pukulan dari polisi. Tidak tanggung-tanggung tongkat kayu langsung diarahkan ke badan para pengendara sepeda motor yang dihadang oleh aparat keamanan.

Seperti yang terjadi di berbagai negara, larangan keluar rumah ditanggapi santai oleh warga. Ratusan orang masih pergi ke pasar di kota-kota besar India seperti Kolkata dan Mumbai. Warga masih mendatangi tempat kerumumnan dan berdekatan satu sama lain. Mereka belanja sayuran dan buah kepada para pedagang.

Menjaga Jarak Tidak Dipraktikkan dan Tindakan Ampuh dengan Menghajar Gunakan Pukulan Kayu di India

Orang tetap melakukan kegiatan seperti biasa ke luar rumah dengan mengendarai sepeda motor dan mobil, meskipun ada peringatan dari pemerintah untuk melakukan social distancing. Polisi di beberapa negara bagian pun harus membuat gambar lingkaran agar masyarakat terpisah dua meter. Lalu diperintahkan berdiri di batas dalam lingkaran yang digambar ketika menunggu antrean. Namun, tidak semua polisi membuat cara kreatif tersebut.

Sebagian polisi menghajar dengan pukulan kayu  kepada warga yang keluar rumah secara bruntal. Banyak yang protes dan mengatakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Sementara itu, taktik kreatif polisi tanpa kekerasan mendapatkan pujian dari masyarakat. Cara-cara kreatif dinilai lebih baik untuk membuat orang India terus menjaga jarak.

Hukuman larangan keluar rumah dengan pukulan kayu tersebut terus dikritik oleh publik. Selain itu, masyarakat banyak yang bertanya bagaimana nasib keluarga yang tinggal di daerah kumuh dan daerah berpenghasilan rendah. Mereka harus terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama “lockdown”. Warganet India menyatakan tindakan polisi tidak adil dengan menggunakan kekerasan terhadap orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Baca juga : SOSIAL DISTANCING BISA BIKIN TETANGGAMU KELAPARAN, BUKAN KARENA VIRUS CORONA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *