News

Korban Virus Corona Amerika Serikat Adalah Juaranya 18,761 Kasus Kematian

Korban virus corona Amerika Serikat bayangkan saja sudah lebih dari 18.000 orang meninggal. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat selama sepekan terakhir, Setidaknya hampir 2.000 orang meninggal setiap hari. Dari data www.worldometers.info, jumlah positif COVID-19 di negeri Paman Sam mencapai 503,177 kasus dan angka kematian 18,761, sementara yang berhasil sembuh 27,314 kasus (11/04/2020).

Jumlah tingkat kematian tersebut membuat Pemerintah mendesak warganya memakai masker ke tempat umum dan banyak tempat diubah menjadi pusat medis darurat. Gereja-gereja membatalkan rencana perayaan Paskah yang membuat banyak orang berkumpul. Gubernur negara bagian sedang kesulitasn mencari  ventilator yang langka dan pihak kepolisian membuat perintah agar masyarakatnya tetap di rumah.

New York Menjadi Wilayah Terbanyak Korban Virus Corona di Amerika Serikat

Wilayah New York dengan kasus tertinggi mencapai 172.358  dan New Jersey 54,588 positif tertular virus corona. Wabah COVID-19 di Amerika Serikat menjadi kasus  dengan jumlah terbanyak di dunia. Peningkatan yang sangat signifikan terlihat sangat besar dibandingkan sebulan atau seminggu sebelumnya. Pada awal Maret, jumlah tes dilakukan sangat terbatas, ditemukan 70 kasus, kebanyakan korban terkait dengan perjalanan ke luar negeri. Seminggu kemudian, kasus kematian berkembang pesat. Ribuan infeksi baru diumumkan setiap harinya.

Seperti di negara belaha dunia lain, awalnya warga masih menilai biasa virus yang berisiko menyebabkan kematian tersebut. Hingga jumlah kasus mencapai ratusan, lalu ribuan, kemudian ratusan ribu, membua kehidupan di seluruh negeri sangat berubah. Mall, salon, dan restoran telah dipaksa untuk tutup atau ditindak oleh polisi. Beberapa negara bagian telah menyuruh warganya untuk mengkarantina diri mereka sendiri. Sementara aturan lainnya meminta bekerja dan sekolah dilakukan di rumah saja.

New York menyumbang angka kematian virus korona tertinggi setiap hari. Akibatnya peralatan dan sarana medis di rumah sakit mulai tak seimbang dengan jumlah korban. Walikota di  New York City menghadapi risiko terburuk, karena terjadi ribuan kasus. Orang tua dan lansia menghadapi risiko  masalah kesehatan yang paling rentan terhadap Covid-19. Banyak korban berusia 80-an atau 90-an juga terjadi di Amarika. Kejadian yang persis hampir sama seperti di Italia.

Meskipun banyak kasus virus korona pertama di Amerika Serikat terkait dengan perjalanan ke luar negeri, namun telah terjadi penambahan kasus lokal yang tidak sedikit. Pertumbuhan dalam kasus-kasus lokal tidak diketahui penyebarannya membuat Departemen Kesehatan di negara itu menduga bawah orang Amerika sedang terpapar virus di tempat kerja, di pusat perbelanjaan dan di pusat-pusat perjalanan.

Baca juga : Jenazah Perawat COVID-19 Ditolak untuk Dikuburkan Saatnya Pemerintah Ambil Tindakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *