Pelajaran dari Orang Nomor Satu Amerika Serikat Donald Trump Tertular Virus Corona

Pelajaran dari Orang Nomor Satu Amerika Serikat Donald Trump Tertular Virus Corona

Donald Trump mengumumkan tertular virus corona, setelah melakukan tes pada Jumat (2/20/2020). Hasilnya positif dan membuatnya harus melakukan karantina. “Malam ini, @FLOTUS dan saya dinyatakan positif COVID-19, Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melewati ini BERSAMA!” Tulis sang Presiden Amerika Serikat di akun twitternya.

Hasil ini tampaknya tidak begitu mengejutkan, karena dia terkesan menganggap sepele tentang dampak keparahan wabah yang telah menewaskan lebih dari 207.000 di Amerika Serikat. Bahkan sempat menyatakan “akhir pandemi sudah di depan mata.” Hal tersebut tentu saja berdampak luas terhadap sentimen negatif terhadap dirinya dan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump Tak Bisa Abai Setelah Tertular Virus Corona

Presiden Trump harus melakukan isolasi di Gedung Putih untuk melakukan pemulihan kesehatan. Orang dekat presiden lainnya menyatakan dia tidak mengalami gejala. Sebelumnya, salah satu penasihat terdekatnya, Hope Hicks, mengalami infeksi virus dan membawa ke lingkaran terdekat sang presiden.

Dari Presiden Donald Trump kita dapat belajar sangat mudah menjangkiti setiap orang. Bahkan orang nomor satu di negeri yang sangat digdaya juga tertular dan dinyatakan positif COVID-19. Hal yang menjadi pertanyaan tentu saja seperti apa protokol kesehatan sang Presiden sehingga bisa terinveksi virus corona juga.

Meski, dokter presiden menyatakan Donald Trump dalam kondisi baik-baik saja, namun tidak pernah terbayangkan orang nomor satu di suatu negara juga terpapar virus yang telah mematikan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia.

Hasil tes positif tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kampanyenya melawan mantan Wakil Presiden Joseph R. Biden Jr., penantangnya. Walaupun tanpa gejala, dia harus mundur dari jadwal kampanye dan tetap melakukan isolasi di Gedung Putih dalam waktu yang tidak diketahui.

Informasi menarik lainnya: Panti Werdha “Rukun Ibu” Sukabumi Tempat Para Lansia Hidup di Masa Tua

Tingkat penularan di Amerika Serikat masih tinggi dan telah menewaskan sekitar 1.000 lebih orang Amerika setiap hari. Pelajaran dari kasus Donald Trump adalah tidak cukup menyatakan yakin virus ini akan pergi, tanpa keseriusan mengurangi tingkat penyebaran virus.

Seorang presiden bukan peramal dan bukan pula orang sakti yang bisa mengacuhkan kondisi wabah COVID-19 yang belum berakhir. Kondisi darurat kesehatan tanpa kebijakan terukur dampaknya secara cepat berpengaruh terhadap sektor ekonomi.

Masyarakat kehilangan pekerjaan, dunia usaha runtuh, sementara para dokter berjibaku tanpa henti menghadapi pasien positif COVID-19 yang terus bertambah. Siatuasi akan kian parah ketika rakyat kecil semakin sulit, bahkan untuk sekedar mencari makan untuk hari ini.

Informasi lainnya: Sudahlah Obesitas Mudah Tertular Virus Corona Pula

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *