Sun. May 26th, 2024
    Seputar Hukum Puasa Ramadhan Menyambut 1 Ramadhan 2022Seputar Hukum Puasa Ramadhan Menyambut 1 Ramadhan 2022

    Tidak lama lagi menyambut 1 Ramadhan 2022 yang jatuh pada tanggal 2 April. Puasa Ramadhan adalah rukun Islam yang wajib dilaksanakan dan diperintahkan dalam firman Allah (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

    Dari Ayat di atas, menegaskan bahwa Puasa ramadhan harus dijalankan setiap muslim, berakal, sudah baligh, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim.  Oleh karena itu, Umat Islam perlu mengetahui syarat Sah dan Rukun Puasa, serta memahami apa saja yang membatalkannya.

    Syarat Sah dan Rukun Puasa Menyambut 1 Ramadhan 2022

    Persyaratan sah puasa terdiri dari dua hal, yaitu:

    1. Beragama Islam
    2. Berakal
    3. Suci dari Haid dan Nifas.
    4. Memiliki Niat.

    Niat berpuasa adalah persyaratan sah untuk puasa. Sebab menjalankan ibadah tidak sah jika, tanpa niat seperti halnya ibadah lainnya. Argumen ini adalah berasal dari Sabda Nabi Muhammad SAW, “Memang setiap badan amal tergantung pada niatnya.”

    Tetapi, perlu diketahui bahwa niat tidak dituturkan (dilafadzan). Kerana niat yang tersebut berdasarkan kesediaan untuk melakukan dari dalam hati. An Nawawi rahimahullah seorang ulama dari Shafi’iyah, menyatakan: “Tidak sah ibadah berpuasa, kecuali dengan diniatkan. Letaknya niat dari hati dan tidak perlu diucapkan.

    Sementara itu, rukun puasa adalah mampu menahan diri dari beberapa hal yang bisa membatalkan  puasa. Waktunya dari dari terbit fajar (yaitu fajar shodiq)  sampai matahari terbenamnya. Dasarnya dari firman Allah Ta’ala, artinya “Dan makan minumlah sampai terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu waktunya fajar. Lalu sempurnakanlah puasa itu hingga munculnya malam.” (QS. Al Baqarah: 187).

    Sunnah yang Dijalankan dalam Ibadah Puasa Ramadhan, Menyambut 1 Ramadhan 2022

    Beberapa hal sunnah yang perlu dijalankan dalam Ibadah Puasa Ramadhan, antara lain:

    1. Mengakhiri Waktu Sahur. Dari Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Makan sahurlah sebab terdapat berkah.” Sementara itu, dari Anas,berasal dari Zaid bin Tsabit menyatakan bahwa, “Kami pernah makan sahur dengan Nabi Muhammad SAW. Lalu, kami berdiri untuk menjalankan ibadah menunaikan shalat. Kemudian, Anas menanyakan kepada Zaid, ”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid pun menjawab, ”Waktunya Sekitar membaca 50 ayat.”
    2. Segera berbuka puasa. Rasulullah bersabda, “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka bisa menyegerakan waktu berbuka.”
    3. Berdoa saat melakukan berbuka. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Terdapat tiga orang berdoa yang tidak ditolak : 1) Seorang Pemimpin yang adil. 2) Doa dari orang yang berpuasa ketika melakukan berbuka puasa. 3) Doa dari seseorang yang terdzolimi.

    Doa berbuka puasa, sebagai berikut “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthortu” (Ya Allah, hanya kepadaMu aku berpuasa dan kepadaMu aku hanya beriman, serta dengan rizki-Mu aku melakuan buka puasa).

    1. Sunnah dalam Puasa Ramadhan, yaitu memberi makan untukorang yang berbuka. Rasulullah bersabda, “Siapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka pahala baginya seperti orang yang berpuasa. Tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.
    2. Melakukan sedekah dan beribadah pada bulan Ramadhan. Ibnul Qayyim menyatakan bahwa “Nabi Muhammad SAW melakukan kebaikan lebih banyak di bulan Ramadhan. Beliau sedekah lebih banyak, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan mengikuti i’tikaf.”

    Artikel menarik lainnya: Ibadah puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah dan  Ibadah Lainnya Merayakan Idul Adha

    Tindakan yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan

    1. Sengaja melakukan Makan dan minum.
    2. Muntah dengan sengaja. Seperti yang dijelaskan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang dipaksa muntah, tetapi dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho baginya. Tetapi jika dia muntah sengaja, maka harus membayar qodho.”
    3. Haidh dan nifas. Dari Ibnu Taimiyah menyatakan, “Darah haidh dan nifas yang keluar bisa membatalkan puasa.” Apabila seorang wanita haid dan nifas, maka harus diqodho puasanya pada hari lainnya.
    4. Mengeluarkan airmani dengan sengaja. Apabila sengaja air mandi dikeluarkan tanpa hubungan jima’ seperti dengan tangan, menggesek-gesek kemaluannya di perut atau paha, disentuh atau dicium. Puasanya menjadi batal dan harus mengqodho tanpa menjalankan kafarat. Nabi Muhammad bersabda saat puasa ia meninggalkan makan, minum dan syahwat dilakukan karenaKu.” Mani dikeluarkan dengan sengaja termasuk syahwat, sehingga bagian dari pembatal puasa seperti makan dan minum.
    5. Melakukan Bersetubuh pada siang hari. Sebagian besar ulama menyatakan bahwa jima’ (hubungan badan yang terjadi bertemunya dua kemaluan dan tenggelamnya ujung kemaluan di kemaluan) dilakukan pada siang hari mengakibatkan puasa menjadi batal. Orang tersebut harus melakukan qodho’ dan menunaikan kafarat. Kafarat yang wajib ditunaikan adalah a) membebaskan seorang budak. b) Apabila tidak mampu, lakukan puasa dua bulan berturut-turut. c) Apabila tidak sanggup, berilah makan kepada 60 orang kaum miskin.

    Demikian informasi mengenai Seputar Hukum Puasa Ramadhan Menyambut 1 Ramadhan 2022. Sebagai umat Islam perlu mengetahui syarat sah, rukan, dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

    Artikel menarik lainnya: Cara Membayar Kafarat Puasa dengan Uang, Berapa Nilainya?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *