Motivasi Hidup

Mas Menteri Pendidikan Kita Ingin Bekerja di Rumah Saja dan Tetap Produktif

Di Media sosial, keluh kesah mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ingin orang-orang tetap bekerja dan tetap produktif, beribadah dan belajar di rumah saja, bukan keluyuran ke mana-mana.

Di akun instragam, Deddy Corbuzier, Najwa Shihab, dan youtube Kemendikbud, Sang Menteri melaporkan dari rumahnya bahwa melihat masyarakat yang mampu beraktivitas di rumah. Tetapi masih saja berkegiatan di luar rumah. Dia menekankan beberapa hal, antara lain.

  1. Virus Corona bukan virus yang diremehkan dan merupakan virus berbahaya dengan tingkat penularan yang sangat cepat.
  2.  Walaupun tampak dalam kondisi sehat, tetapi bisa terjangkit virus corona dan menularkannya kepada orang lain yang lebih rentan. Seperti orang lanjut usia, orang dengan penyakit diabetes, hipertensi, dan lainnya. Sehingga, setiap keluar rumah bisa mengancam orang lain.

Lalu, Nadiem Makarim mengajak warga menyelematkan nyawa orang lain dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Kalau dipikir-pikir siapa sih yang tidak mau bekerja di rumah aja. Tetapi bagaimana mungkin, pemilik perusahaan ingin kita tetap bekerja seperti hari-hari biasa sebelum terjadi Pandemi Virus Corona.

Mereka Ingin Bekerja dan Tetap Produktif di Rumah Saja, Tetapi Terpaksa Harus Masuk Kantor

Kalau Mas Menteri Nadiem Makarim melihat lebih banyak daerah di Indonesia, masih banyak loh warga yang harus sekolah dan bekerja di kantor. Meski, pemerintah daerah sudah mengeluarkan surat edaran yang meminta untuk tetap beraktivitas selama 14 hari di rumah saja. Namun, surat edaran tersebut tampaknya tidak diikuti oleh pihak sekolah dan pihak perusahaan.

Aneh betul ya, bagaimana sebetulnya hirarki aturan di negeri ini. Sehingga peraturan melalui surat edara itu tidak diikuti langsung oleh lembaga di bawah naungannya. Seolah aturan sambil lalu. Belum lagi menyoal aturan lebih tinggi di Tingkat Presiden yang sering tampak tidak singkron dengan aturan Pemerintah Daerah. Kalau level Pemerintah saja masih terjadi aturan tumpang tindih dan tidak sejalan. Rasanya tidak aneh ya kalau pihak sekolah dan perusahaan tidak mengikuti aturan yang dikeluarka melalui surat edaran.

Selain itu Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan juga harus melihat lebih jauh lagi. Ada banyak orang terpaksa tetap ke luar rumah, bukan karena ingin rekreasi atau liburan semata. Warga negara dengan kondisi ekonomi pra sejahtera atau orang miskin harus keluar rumah setiap hari demi “makan hari ini”.

Baca juga :

Pemerintah Tidak Mengerti Nasib Pekerja Kantoran di Tengah Pandemi Virus Corona

MENGETAHUI PETA SEBARAN VIRUS CORONA MELALUI PUSAT INFORMASI DAN KOORDINASI COVID-19 JAWA BARAT

Bagaimana jadinya kalau mereka tidak bisa ke luar rumah selama 14 hari? Sementara mencari uang untuk makan hari ini harus bekerja banting tulang. Mas Menteri harus menjelaskan siapa orang-orang yang mampu bekerja dan tetap produktif di rumah itu.

Seperti pejabat Pemerintah yang khawatir kondisi pandemi virus corona, warga negara lainnya juga takut kok terjangkit virus tersebut. Kalau boleh memilih juga ingin tetap berada di rumah, tetapi bagaimana mungkin kalau harus mencari uang untuk makan hari ini dan tentu saja tidak bisa produktif jika dilakukan hanya di rumah saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *