Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Motivasi Hidup

Babi Ngepet di Sekitar Kita: Iri Melihat Orang Senang

Babi ngepet itu di sekitar kita itu tidak sedikit jumlahnya, kalau diartikan sesuai pemahaman dari dari kasus seorang ibu yang lagi viral. Ia heran kenapa orang yang menganggur bisa memiliki banyak uang. Meski, mungkin tidak tahu kalau sang penganggur yang bergelimang duit itu bekerja dalam diam dengan segenap upaya hingga bisa sejahtera.

Si Ibu yang akhirnya diusir dari kampung tempat tinggalnya sepertinya tidak mengikuti perkembangan zaman. Tidak melihat kalau ada banyak ragam pekerjaan yang dilakukan banyak orang yang cukup dilakukan dari rumah, namun memiliki penghasilan yang luar biasa.

Enggak mesti menjadi siluman babi ngepet yang berupaya kaya mencuri uang orang lain dengan cara pesugihan menjadi babi ngepet. Tidak perlu pula rekan penjaga lilin yang memantau kalau kondisi mulai dalam bahaya dan mematikan lilin agar menjadi manusia biasa. Lagian rugi juga kerja repot jadi babi, kok hasilnya dibagi dua.

Kehidupan Sudah Berubah, Pekerjaan Bisa Dilakukan dari Rumah

Zaman sekarang tidak perlu lagi mencuri uang uang menjadi babi ngepet.  Seperti kata Raditya Dika yang dikenal punya banyak pekerjaan, dari penulis, youtuber, stand up comedian dan lain-lain. Menurut Radit, Orang dari rumah aja bisa punya uang. Pekerjaannya juga beragam, dari illustrator freelance, konsultan, makelar, trading saham, hingga menjadi youtuber. Jenis sumber penghasilan yang lagi berkembang beberapa tahun ke belakang.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun turut prihatin atas hebohnya soal babi ngepet. Karena menurutnya, jaman sekarang bisa jual beli online dari rumah, menjadi konsulten konten marketing, grafis, bahkan menjadi arsitek juga dilakukan dari rumah. Kliennya malah datang dari luar negeri.

Menurut Kang Emil, kecurigaan tentang babi ngepet disebabkan dua hal, pertama masih banyak masyarakat yang mudah percaya hoaks. Akal sehat dan rasionalitas sering dikalahkan oleh hal-hal irasional.

Kedua, karena tetangga julid yang hobi “ngomporin menyiram bensin ke api.” Orang yang suka menuduh jika tetangga kaya, tetapi jarang ke luar rumah artinya duitnya tidak halal. Begitulah faktanya iri melihat orang senang menjadi bagian kehidupan sehari-hari kita.

Orang Menganggur Banyak Uang itu Bukan Karena Babi Ngepet, Melainkan Karena Rasa Iri Melihat Orang Senang

Perihal babi ngepet dan peristiwa klenik lainnya kerap menjadi pembicaraan khalayak ramai, meskipun sulit diterima oleh akal. Sang ibu yang menuduh tetangganya mengikuti pesugihan babi ngepet, malah ketiban sial. Masyarakat di sekitar tempat tinggalnya marah dan ia diminta pindah segera. Ia terkena sanksi sosial karena ulahnya sendiri yang iri melihat orang senang.

Tuduhan dan ramainya isu babi ngepet ini terjadi karena adanya perbedaan kondisi ekonomi dan kesejahteraan, termasuk di dalamnya pendapatan dan kepemilikan. Hal itu ditunjukkan pada rasa curiga kok bisa orang yang diduga pengangguran dan berada di rumah saja, tetapi banyak uang. Rasanya tidak mungkin! Sehingga muncul rasa iri melihat orang senang. Apalagi orang yang ngomongin hidupnya jauh lebih susah dan tidak memiliki cukup uang.

Padahal, kekayaan itu tidak muncul ujug-ujug begitu saja. Tetangga yang kaya itu bisa saja bekerja dengan segenap jerih payah. Bahkan, menghabiskan waktu dengan menenggunakan segenap tenaga. Mereka yang bekerja siang dan malam untuk bisa memiliki penghasilan yang mencukupi bagi keluarganya.

Orang yang sering di rumah itu bukan berarti pengangguran. Mereka mungkin bisa hidup enak, karena telah melakukan perjuangan keras. Hingga akhirnya bisa memiliki kemampuan ekonomi yang mumpuni. Apesnya sebagian orang memiliki sifat iri melihat orang senang, karena dirinya sendiri tidak bisa memiliki kemampuan materi yang sama. Daripada iri melihat orang senang, mending cari tahu pekerjaan dari orang yang seperti pengangguran itu. Bagaimana caranya punya banyak uang, namun bekerjanya dari rumah saja.

Artikel menarik lainnya: Keutamaan Bulan Ramadan yang Seharusnya Diketahui Umat Islam

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close