Literasi Digital

WhatsApp Membatasi Pesan Forward Biar Hoax Bisa Ditangkal

WhatsApp membatasi pesan forward dengan alasan untuk menangkal pesan hoax yang kian membahayakan. Di Indonesia, pengguna whatsApp hanya bisa meneruskan pesan forward hanya sampai lima kali. WhatsApp sudah mengumumkan pembatasan pesan forward yang dilakukan pengguna dengan tujuan untuk menangkal “pesan hoax dan isu yang tidak benar.

Upaya membatasi pesan forward whatsApp diumukan oleh VP Public Policy and Communications WhatsApp Victoria Grand di Jakarta. Perubahan Forward pesan whatsApp yang sebelumnya bisa hingga 20 kali menjadi lima kali saja akan diupayakan segera dapat dilaksanakan.

Membatasi Pesan Forward WhatsApp Belajar dari Pembunuhan Massal secara Massal di India

Kebijakan membatasi pesan forward whatsApp karena alasan terjadinya pembunuhan massal yang terjadi di India. Penyebaran informasi hoax dan isu tidak benar membuat sekumpulan massa berani membunuh tanpa upaya hukum atau melalui pengadilan. Masalah tersebut juga merembet ke berbagai negara. WhatsApp menjadi saluran penyebaran berita hoax, kebencian, dan isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Sebagai aplikasi yang memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna, WhatsApp menjadi perhatian banyak negara karena acapkali sebagai media penyebar berita palsu, foto yang diedit, video tidak sesuai konteks, bahkan audio yang tidak jelas sumbernya. Persoalannya orang-orang yang menyebarkannya belum tentu mengecek asal mula informasi yang diterimanya. Pesan-pesan melalui personal maupun grup di whatsApp sama berbahayanya karena disebar begitu saja tanpa menyaring isinya. Sebagai sarana berbagi pesan yang paling banyak digunakan, whatsApp menjadi wadah yang empuk bagi siapa saja untuk memanipulasi informasi demi kepentingan tertentu.

Pesan Hoax WhatsApp Memicu Kekerasan di India

Beberapa kasus terjadi di India karena pesan hox berantai. Isinya menyebutkan bahwa terdapat 400 penculik anak berada di daerah Bengaluru. Pesan WhatsApp tersebut menyebar dan memicu sekolompok masa membunuh seorang pria. Akhirnya diketahui. Kalau orang yang dibunuh merupakan konstruksi migran dari wilayah India lain. Orang tersebut dicurigai sebagai penculik, padahal sedang jalan-jalan.

Masalah pesan hoax ini pun terjadi di Indonesia, seperti isu penculikan anak yang mudah sekali menyebar. Ada saja orang yang membagikan pesan text dan gambar dan memicu keresahan. Orang gila pun sempat menjadi korban pemukulan massa. Kalau orang yang tak dikenal pun disangka penculik.

Kebijakan membatasi pesan forward whatsApp dinilai menjadi salah satu cara untuk membatasi penyebaran kabar tidak benar. Selain itu, kekerasan demi kekerasan yang terjadi dan main hakim sendiri dapat dibatasi. Persoalannya bukan masalah membatasi untuk meneruskan pesan saja. Edukasi pengguna whatsApp dan literasi digital sangat penting, agar semakin banyak orang menyadari kalau informasi yang diterima tidak dapat diterima begitu saja.

Baca juga : Bahayakah Hubungan Melalui Media Sosial Tanpa Pernah Bertemu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *