Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Literasi Digital

Menjadi Seorang Influencer Ketika Pekerjaan Semakin Sulit di Masa Pandemi, Kenapa Tidak?

Ada kerja keras, waktu yang panjang, dan kreativitas yang dibangun sejak awal oleh Influencer

Menjadi seorang influencer menjadi pekerjaan menjanjikan dan jumlahnya terus bertambah. Tidak sedikit orang ingin mencoba berkarir pada bidang tersebut. Tetapi melakukannya tidak semudah seperti hasil yang dilihat di media sosial, karena membutuhkan proses dan waktu yang panjang agar mempu mempengaruhi banyak orang.

Influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan orang lain untuk melakukan pembelian. Ada kekuatan dalam dirinya yang bisa memberikan pengaruh yang sangat kuat kepada pengikutnya.

Influencer biasanya disebut sebagai pembuat konten, blogger, vloggers, dan key opinion leader (KOLs). Karena kemampuan yang kuat dan memiliki pengaruh, banyak perusahaan yang menggunakan jasa mereka untuk memasarkan produk. Perusahaan bermitra dengan influencer untuk meningkatkan kesadaran pengenalan merek, mengenalkan dan membangun kredibilitas produk kepada pengguna media sosial.

Influencer bekerja dengan cara dilibatkan dalam membuat konten tentang sebuah produk, mempostingnya, memberi umpan balik, dan dan merekomendasikannya kepada follower mereka.

Kenapa Pekerjaan Menjadi Seorang Influencer Bisa Menjadi Pilihan Saat ini?

Jika kamu merasa sebagai seorang  yang memiliki daya tarik untuk memuaskan orang lain dan sangat kreatif, kenapa tidak mulai mencoba menjadi influencer.  Pekerjaan yang menarik, karena semakin banyak perusahaan yang meningkatkan anggaran mereka untuk memasarkan produk mereka melalui platform media sosial. Orang yang sangat erat dengan media sosial tentu saja para influencer.

Apalagi fitur media sosial semakin dikembangkan sebagai tempat promosi produk. Jangan heran ketika kamu semakin sering melihat influencer memposting konten di instagram, facebook, dan media sosial lainnya yang memasarkan tas, pakaian, makanan, hingga produk jasa juga menggunakan mereka.

Seorang bisa menjadi influencer dengan berbagai cara yang berbeda, dari kemampuannya bergaya di depan kamera, menjadi sosok yang lucu, seorang yang gemar makan, senang jalan-jalan dan lainnya. Apapun yang dilakukan mereka menjadi pusat perhatian dan menjadi kekuatannya.

Enggak sedikit juga yang awalnya tidak berniat menjadi influencer, tetapi menjadi terkenal dengan sendirinya di media sosial. Awalnya mereka tidak sengaja menjadi Influencer dan berkembang secara organik berdasarkan hobi yang mereka kerjakan. Lama kelamaan follower menjadi meningkat dan dikenal oleh banyak orang. Lalu, perusahaan menawarkan untuk memasarkan produk.

Tiga Langkah Menjadi Seorang Influencer Selebihnya Cari Sendiri di Internet

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadi influencer, antara lain:

Tingkatkan Jumlah Follower

Jangan coba-coba membeli follower atau menggunakan bot, Kamu tidak usah berpikir bisa melakukan jalan pintas menjadi influencer. Tidak ada gunanya memiliki follower dengan cara tersebut, karena perusahaan juga mengatahui cara untuk mengidentifikasi influencer dengan follower palsu.

Tingkatkan follower dengan kemampuan yang kamu miliki, misalnya bergaya di depan kamera atau jago membuat masakan. Follower akan menyukai konten yang kreatif, menarik, dan unik. Ingatlah menjadi influencer bukan jalan pintas menjadi kaya, karena membutuhkan waktu, kerja keras, dan ketekunan, dan akhirnya pengikut datang secara alami. Tidak ada jalan pintas tetapi bukan berarti tidak bisa meningkatkan follower dengan cara yang benar.

Bangun Engagement Follower

Kamu dapat meningkatkan engagement cara mengajak follower berkomentar dan menyukai postingan yang diposting di media sosial. Ajukan pertanyaan kepada follower dengan membuat caption menarik Gunakan insta stories untuk membangun kedekatan dengan follower. Tidak ada salahnya bertanya kepada follower bagaimana tentang konten yang kamu posting.

Engagement menjadi faktor penting yang membuat influencer dilirik oleh perusahaan. Cobalah analisis konten apa yang paling disukai pengikut dan gunakan pengetahuan tersebut dalam rencana membuat konten selanjutnya. Ingatlah, salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki banyak pengikut palsu adalah ketika engagement terlalu rendah.

Kembangkan Personal Brand Ketika Memilih Pekerjaan Influencer

Untuk menjadi influencer yang sukses, Anda perlu mengembangkan personal brandingyang membantu menonjolkan ciri khas kami. Personal branding adalah sebuah proses membentuk diri sendiri dengan cara membangun dan membentuk citra kepada khalayak umum.

Citra tersebut dikembangkan dan ditampilkan melalui media sosial, mau itu dari media sosial, blog, situs web pribadi, dan perilaku yang akan dinilai oleh publik. Personal branding membuat seorang influencer lebih dipercaya dan sebagai upaya untuk membangun hubungan dengan perusahaan yang ingin memasarkan produknya.

Ada banyak hal lain yang harus dipelajari kalau kamu ingin menjadi influencer, karena bukan sebuah pekerjaan yang simsalabim langsung jadi. Ada kerja keras, waktu yang panjang, dan kreativitas yang dibangun sejak awal dari seseorang yang memilih pekerjaan menjadi influencer.

Artikel Menarik Lainnya: Saring Sebelum Sharing Literasi Digital dari Kang Maman Bersama Tompi dan Glenn

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close