Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Literasi Digital

Mengeluh di Media Sosial dengan Menggunakan Kata-Kata Kasar, Wajarkah

Apabila mengacu pada etika sosial, mengeluh di media sosial dengan menumpahkan segala kata kasar dan umpatan bukanlah hal yang baik. Apalagi membuat tuduhan yang tidak mendasar. Seorang kawan memiliki pengalaman mendapati kabar tentang tuduhan cyber-bullying terhadap akun media sosial. Kalau menurut saya, tindakan yang dilakukan yaitu berupaya untuk memaafkan dan memaklumi itu sudah tepat. Kalau terlalu sibuk mengikuti kata hati dan dibalut kebencian, begitulah jadinya. Kemarahan akan mudah sekali tersulut menghakimi orang lain sekehendak hati.

Semua orang harus berhati-hati dalam memuat konten, update status, komentar, apapun namanya, karena tingkah laku dalam bermedia sosial dilindungi dan dipagari oleh undang-undang ITE. Anda bebas menggunakan media sosial, namun tidak bisa menuduh orang sembarangan dengan mengatakan cyber-bullying atau merendahkan nama baik orang lain.

Mengeluh di Media Sosial dengan Mengumpat dan Caci Maki Bukan Hal yang Wajar

Seiring semakin lekatnya media sosial digunakan menjadi bagian kehidupan sehari-hari, sebagian orang membuat akunnya menjadi tempat mencurahkan isi hatinya. Marah, benci, dendam, iri hati pun menjadi tampak “wajar” terbaca di media sosial. Sehingga, kita mudah menemukan orang yang mengeluarkan emosi amarahnya. Padahal, umpatan kasar di media sosial itu dapat mempengaruhi pikiran orang lain. Orang akan mudah tersinggung dengan apa yang dituliskan di media sosial.

Emosi yang disalurkan melalui teks atau tulisankan bisa melahirkan berbagai persepsi yang berbeda. Bahkan, tidak hanya satu orang saja yang bisa tersinggung dengan update status yang ditulisankan di media sosial. Bagi yang sering mengumpat di media sosial pun akan menjadi kebiasaan, apalagi kalau tidak ada orang yang menegur. Lama kelamaan menganggap Wajar saja marah-marah dan menyindir orang lan di medsos.

Oleh karena menilai marah-marah dan menyindir-nyindir orang lain dianggap biasa, maka tidak ragu untuk terus melakukannya. Namun ingatlah, jaga perasaan orang lain. Ketika Anda mengungkapkan hal negatif di media sosial, bagaimana kalau dilakukan sebaliknya. Ketika orang lain menyerang Anda dengan tuduhan tidak benar berupa kata-kata kasar. Anda mungkin akan marah juga. Bagaimana perasaan Anda ketika orang lain juga mengumpat, menuduh, dan marah di media sosial kepada Anda? Anda mungkin tidak ingin hal itu terjadi, bukan?

Ditulis oleh Admin: Sebagai tanggapan mengenai tulisan kebencian di media sosial.

Baca juga : Masih Suka Permainan Tradisional Jawa Barat Ini, Enggak?

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close