Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Literasi Digital

Larang Anggota Keluarga Berbagi Hoaks Virus Corona, Karena itu Tindakan yang Jahat Sekali!

Hari Jumat, Hari kelima setelah surat edaran di beberapa Provinsi dikeluarkan, sayang sekali Hoaks virus corona terus begitu tinggi, maka  mari larang adik, kakak, abang, dan anggota keluarga membagikannya. Bagi kamu yang doyan sekali berbagi hoaks hentikan sekarang juga.

Saat ini, dampak virus corona semakin tinggi, korban meninggal hingga 25 orang di indonesia (19/03/2020). Kondisi darurat saat ini sangat mengkhawatirkan bagi warga negara di Di Indonesia. Pemerintah terus menyarankan untuk tetap di rumah, berkegiatan harus berjarak dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Sayang sekali, kondisi sangat berbahaya karena virus corona dimanfaatkan sebagian orang untuk berbagi hoaks. Banyak hal yang dibuat hoaks, misalnya BUMN ditutup, Obat Malaria bisa mengobati COVID-19, Anjuran menjemur uang selama 30 menit dan banyak lagi. Silahkan cek berita hoaks di link resmi COVID-19. Persoalan keagamaan juga dipelintir informasinya.

Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. MUI berdasarkan kesepakatan para ulama memutuskan salat jumat tidak dilaksanakan sementara, karena kegiatan yang mengumpulkan keramaian sangat berbahaya. Virus Corona dapat menyebar begitu cepat, dan mengakibatkan kematian.

Abdullah Gymnastiar, Quraish Shihab, Adi Hidayat, dan banyak ulama lainnya sangat menyetujui dikeluarkannya Fatwa MUI tersebut karena dampak buruk bagi kesehatan. Isi Fatwa menjelaskan larangan salat berjamaah di masjid, kegiatan pengajian, dan majlis taklim dihentikan sementara di daerah dengan tingkat penyebaran virus corona dengan risiko tinggi.

Kota Jakarta adalah wilayah dengan angka penyebaran sangat tinggi dan pasien positif corona mencapai 208 orang (19/03/2020). Sehingga, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan telah melakukan pertemuan dengan pemuka agama dari seluruh unsur agama yang berbeda. Hasilnya, semua agama mengikuti kesepatan untuk melakukan kegiatan keagamaan di rumah saja.

Hoaks Virus Corona, Informasi yang salah, dan Kebohohan Orang-Orang yang Mempercainya

Berita bohong tentang virus corona sangat berbahaya karena terdapat kesalahan informasi yang sengaja dibagikan. Persoalannya banyak orang yang percaya, padahal tidak memeriksa informasi secara mendalam yang dibagikan di internet. Contohnya informasi terkait Fatwa MUI tidak melakukan salat jumat di masjid. Sebagian orang membagian seolah masjid sengaja ditutup dan Pemerintah terlalu takut terhadap virus corona. Ada pula narasi yang menyatakan “Jangan takut virus corona, karena sama-sama makhluk Allah.”

Ketahuilah tingkat kematian virus corona sangat tinggi dan orang yang terinfeksi mengalami sakit kepala, tubuh lemas, pusing, hidung meler, batuk, dan sakit tenggorokan. Orang yang terpapar umumnya merasakan sakit dalam waktu 2 hari hingga 2 minggu. Waktu 2 minggu menjadi dasar Pemerintah Daerah menghentikan kegiatan sekolah dan menyarankan kerja di di rumah. Tidak melakukan ibadah di rumah ibadah adalah langkah ikhtiar memutus mata rantai virus corona.

Baca juga : 

TIDAK ADA KEGIATAN SALAT BERJAMAAH DAN SALAT JUMAT SERTA KEGIATAN AGAMA LAIN SELAMA 2 MINGGU DI JAKARTA

Virus corona berdampak sangat fatal, sehingga semua orang penting sekali memperkecil kegiatan di rumah, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Mari hentikan hoaks dari anggota keluarga kita. Ingatkan juga teman, teman kerja, dan siapapun untuk tidak membagikan informasi yang tidak benar.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close