Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Literasi Digital

Kominfo Beri Imbauan Tak Sebar Konten Ujaran kebencian dan Bikin WhatsApp Down

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Pemerintah melalui Kemenko Polhukam dan Kominfo mengumumkan batasi Penggunaan Media Sosial salah satunya bikin whatsApp down. Tujuannya untuk mencegah provokasi melalui penyebaran berita bohong kepada masyarakat.

Dari website Kominfo juga dimuat siaran pers yang isinya memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia. Untuk tidak menyebar konten Aksi Kekerasan dan Ujaran Kebencian di media sosial.

Batasi Penggunaan Media Sosial Bikin WhatsApp Down dan Berikut Isi Imbauan Tak Sebar Konten Aksi Kekerasan dan Ujaran Kebencian

Pemerintah menyikapi konten negatif yang diedarkan terkait aksi unjuk rasa pada Rabu, 22 Mei 2019. Isinya berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama. Isinya menambahkan narasi baru berisi ujaran kebencian.

Maka Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.

Imbauan dibuat dengan meninjau dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang memberi “oksigen” bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat.

Kementerian Kominfo  meinta warganet untuk menyebarkan informasi yang dapat membuat kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat. Tidak perlu mengunggah konten berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.

Baca juga:

Tips Terbaik Mengatakan Tidak Kepada Bos

Tips Bikin Suasana Adem Setelah Jokowi-Amien Menang Pemilu

Konten Negatif Melanggar Undang-Undang

Konten video yang isinya aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) dilarang disebarkan. Karena konten tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kementerian Kominfo melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator. Tidak hanya itu, Kementerian Kominfo juga bekerjasama dengan Polri untuk mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif. Baik itu isinya aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif.

Untuk itu, Kementerian Kominfo masyarakat  melaporkan konten negatif melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten. Apabila menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta. Surat Kerengan Pers tersebut dicatat dengan  No. 105/HM/KOMINFO/05/2019 dan dibuat pada Rabu, 22 Mei 2019 Pukul 12.00 WIB. 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close