Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
literasi digital

Kematian Televisi seperti NET di Depan Mata

Tawaran NET kepada karyawannya mengundurkan diri seolah menjadi gambaran kalau televisi menanti masa tuanya di depan mata atau mungkin mulai menunggu ajal kematian.

Pembicaraan mengenai perubahan pola penggunaan media untuk menonton sudah dilakukan beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah data dari Lembaga Analisis Zenith yang memprediksi kalau tahun 2019 diprediksi orang akan menghabiskan rata-rata 170,6 menit menonton online sepertivideo di YouTube, berbagi foto di Facebook dan berbelanja di Amazon.

Menariknya, waktu yang dihabiskan untuk menonon tv hanya 170,3 menit. Jadi orang kemungkinan bakal menghabiskan waktu online lebih banyak dibandingkan menonton televisi. Nah, masalah porsi menonton antara media online dan media televisi dapat menjadi gambaran bagaimana “kotak pandora” yang terdapat di rumah-rumah kita mulai ditinggalkan.

Apesnya lagi terjadi pergeseran perilaku orang mulai menonton konten dengan basis internet atau disebut Video on demand. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi?

Babak Baru Kematian Televisi Seperti NET dan Berubahnya Pola Menonton dengan Basis Video on Demand

Seperti teman-temannya media konvensional lain seperti majalah dan koran atau mungkin juga buku bacaan dengan lembaran kertas, televisi sepertinya memasuki masa uzurnya. Benda-benda tersebut sudah usang dan mulai ditinggalkan penggunanya.

Tak bisa dipungkiri masa VOD memasuki babak cemerlangnya. Coba lihat orang di sekitar kita bagaimana menonton saat ini. Mereka lebih banyak menggunakan layanan berbasis internet.

Gerbang industri kreatif tampaknya bakal memasuki masa puncaknya. Industri digital berlomba-lomba bersaing untuk membuat konten yang dapat menarik pentonton dan mengalihkan mereka yang biasanya menonton televisi.

Menariknya, dikutip dari kompas.com, penelitian yang dilakukan tahun 2015 dari firma Millward Brown tentang perilaku pemilik smartphone di Indonesia. Faktanya dari 30 persen populasi pengguna media di Indonesia, 52 persen telah menonton video di internet, melalui YouTube, dengan menggunakan smartphone, tablet, atau laptop.

Hasil penelitian itu sejurus dengan hasil yang diungkap oleh Lembaga Analisis Zenith. Pengguna terbanyak yang menonton di internet adalah remaja usia 16 hingga 24 tahun yang disebut sebagai digital native. Mereka mulai meninggalkan media jadul seperti televisi. Para remaja tersebut dapat menentukan sendiri tanpa didikte jadwal tontonan seperti yang dilakukan televisi selama ini.

Anak remaja dapat memilih tontonannya sendiri yang paling cocok dan sesuai dengan selera mereka. Tontonan kekinian yang lebih menarik. Bagaimana tidak, menonton dengan internet melalui smartphone dapat dilakukan di mana saja, bahkan buang air besar sekali pun. Makan bersama orang tuanya pun, mereka akan sempatkan menonton dengan basis media internet.

Jadi sudah selayaknya era VOD mulai dipertimbangkan dibandingkan media televisi oleh para pebisnis media. Apalagi ya para pengiklan mulai menyasar promo produk mereka lewat youtube dan facebook. Media yang dengan mudah memberikan tontonan bagi penggunanya.

Baca juga :

CURUG BANTENG DAN PUNCAK HEAS BAGIAN SURGA WISATA DI PELOSOK SUKABUMI

KEMBALI MENIMBA ILMU KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR

Menonton Bola Saja Streaming Kok

Semakin berkembangnya layanan VOD membuat orang mulai beralih menonton apa saja melalui handphone dan media komputer. Tidak perlu lagi televisi layar datang secanggih apapun. Handphone canggih lah yang menjadi pilihan saat ini.

Apalagi layanan VOD membuat pengguna dapat mendownload tontonan sesuai preferensi penggunanya. Dari menonton musik, drama korea, film amerika, bahkan menonton bola bisa dilakukan dengan streaming. Apa menariknya menonton bola di tv lagi? Selain enggak bisa dibawa kemana-mana, menonton streaming bisa dilakukan dengan bebas tanpa hambatan  dan terpaku tempat hanya di rumah saja.

Jadi, soal NET mulai mengajak karyawannya mengundurkan diri menjadi peringatan awal. Enggak perlu mengajak lagi “Matikan Tv-Mu”. Wong bakal menemukan kematiannya sendiri kok.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close