Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Literasi Digital

Demi Konten, Empati, Ego dan Akhirnya Youtuber Minta Maaf Lagi

Demi konten, netizen menanggapi soal ramainya pengunjung McD dan Indira Kalistha seorang youtuber yang mengaku ngomong ngawur soal kondisi COVID-19. Banyak mata terpana ketika melihat foto dan video orang yang berkumpul di depan retoran cepat saji yang buka pada hari terakhir tersebut. Diduga demi kebutuhan konten instastory dan instagram orang-orang berbondong-bondong datang ke sana. Tidak habis pikir kok ada orang yang niat banget rela berkerumunan dengan alasan kenangan, tanpa peduli tertular virus corona.

Mereka tak sadar tingkah laku mereka bisa ditiru orang lain. Kok mereka boleh berkumpul, kita tidak boleh.  Pemerintah Provinsi DKI memberikan sanksi berupa denda Rp 10 juta kepada manajemen McDonalds Sarinah. Sanksi tersebut membutikan kalau kelakuan orang-orang yang melakukan kerumunan adalah tindakan yang salah.

Belum tuntas netizen membahas soal McD, Indira Kalistha pun muncul berkoar-koar kalau jarang pakai masker. Kecuali ada orang yang menegur. Malah mengaku tidak cuci tangan mau makan. Omongannya di akun youtuber Gritte Agatha sontak membuat banyak orang terperangah. Gimana tidak di saat banyak orang melakukan kampanye pakai masker dan cuci tangan pakai sabun, kok dia malah nyablak menyatakan kelakukan sebaliknya.

Tak membutuhkan waktu lama, konten youtube Gritte mendapat tanggapan sekaligus hujatan banyak orang. Pemilik akun dan tamunya diserang netizen. Akhir ceritanya pun mudah ditebak. Grittte meminta maaf di akunnya dan Indira Kalistha melalui podcast Deddy Corbuzier sambil menangis.

Sebetulnya ada pelajaran yang bisa dipetik dari content creator yang mengaku membuat kesalahan. Seperti harus mikir dulu sebelum ngomong, menurunkan ego dalam berkoar-koar dan menyatakan pendapat, dan tidak melulu membuat video dilakukan demi konten.

Membangun Rasa Empati Daripada Demi Konten dalam Kondisi Pandemi COVID-19 Sebelum Akhirnya Meminta Maaf Seperti Youtuber Indira Kalistha

Sebelum meminta maaf, Indira Kalistha sebaiknya memang berpikir dulu baru nyablak bilang jarang pakai masker dan tidak cuci tangan. Mereka harus tahu sebagai youtuber, selebgram, influencer, entah apapun namanya, memiliki pengaruh. Tindakan mereka bisa ditiru orang. Sayang sekali setelah ditegur banyak orang, baru mengakui kalau berbicara karena ketidaktahuan dan terlanjur pembicaraannya disebarkan dan didengar oleh banyak orang.

Setidaknya punya rasa empati. Ada tenaga kesehatan dan relawan yang sudah lelah melakukan kampanye tentang perilaku hidup sehat hidup bersih dan sehat. Mereka yang berjuang dan mengambil peran untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mestinya juga menyadari sudah 1.148 (17/05) orang meninggal karena terjangkit virus corona. Selain itu, jutaan orang lainnya sudah lelah bertahan di rumah demi mendukung perintah dari pemerintah untuk bekerja, beribadah, dan belajar dari rumah.

Jangan sampai ada lagi “Indira Kalistha” lainnya yang ngomong nyablak tanpa berpikir dan memberi pendapat tanpa dasar atau mengaku karena ketidaktahuan. Masa saat ini adalah masa-masa sulit ketika jutaan orang kehilangan pekerjaan. Banyak sekali keluarga yang mengalami kesulitan dan kelaparan. Bangun rasa empati untuk peduli kondisi darurat kesehatan COVID-19 yang entah kapan berakhir.

Baca juga: YouTuber Ferdian Paleka Menertawakan Empati Sisi Kemanusiaan Kita

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close