Sat. May 25th, 2024
    Contoh Susunan Acara Upacara 17 AgustusContoh Susunan Acara Upacara 17 Agustus

    Contoh Susunan Acara Upacara 17 Agustus di Hari Kemerdekaan Indonesia. Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-78 pada tanggal 17 Agustus biasanya dilakukan dengan gembira. Momentum bersejarah ini diadakan dengan serius oleh masyarakat Indonesia melalui upacara.

    Setiap tahun, upacara 17 Agustus merupakan kegiatan yang diikuti oleh berbagai kalangan, begitu pula lembaga pendidikan seperti sekolah. Tahukah kamu, Upacara HUT RI bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga wujud penghormatan atas perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

    Nah, untuk merayakan upacara 17 Agustus, pemerintah sudah membuat pedoman yang telah ditetapkan sebelumnya. Pedoman yang memiliki tujuan menjaga kelancaran upacara dan menjaga nilai-nilai patriotisme semangat kebangsaan dalam setiap susunan upacara.

    Artikel menarik lainnya: Desain Spanduk HUT RI ke 78 Merayakan HUT RI Merdeka

    Urutan Susunan Acara Upacara 17 Agustus HUT RI ke 78

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengeluarkan pedoman resmi pelaksanaan upacara 17 Agustus. Dokumen ini menjadi rujukan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan upacara ini, dari penyelenggara hingga para peserta upacara.

    Pedoman ini sebagai petunjuk tentang bagaimana membuat susuanan prosesi, penghormatan, serta membaca teks-teks penting dalam rangkaian acara.

    Jadi memiliki contoh konkret mengenai susunan acara upacara 17 Agustus. Berikut adalah tahapan-tahapan yang biasanya dilakukan:

    1. Pemimpin Upacara Memasuki Lapangan: Perayaan HUT RI dilakukan dengan kedatangan pemimpin upacara ke lapangan. Sebagai penanda prosesi dimulai dengan penuh tanggung jawab dan khidmat.
    2. Pembina Upacara Tiba di Tempat Upacara: Pembina upacara yang ditunjuk umumnya tokoh penting. Beliau tiba di tempat upacara dengan diiringi hormat dari seluruh peserta.
    3. Penghormatan kepada Pembina Upacara: Hormat diberikan sebagai pengakuan terhadap pembina upacara dari, peserta dan barisan upacara yang diberikan dengan penghormatan yang tulus.
    4. Laporan Pemimpin Upacara: Pemimpin upacara memberikan laporan tentang upacara telah siap dilaksanakan kepada pembina upacara. Hal itu menegaskan bahwa semua persiapan dapat dijalankan dengan baik.
    5. Pengibaran Bendera Merah Putih dan Lagu Kebangsaan: Prosesi ini dilakukan dengan suasana khidmat. Bendera Merah Putih dikibarkan sembari menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan paduan suara atau seluruh peserta.
    6. Mengheningkan Cipta: Prosesi ini dipimpin oleh pembina upacara. Lalu, seluruh peserta mengheningkan cipta untuk menunjukan penghormatan dan refleksi atas perjuangan bangsa.
    7. Pembacaan Naskah Pancasila: Para peserta upacara secara bersama-sama membaca naskah Pancasila yang merupakan landasan ideologi negara.
    8. Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945: Naskahnya dibaca dengan tujuan untuk mengingatkan akan dasar hukum dan nilai-nilai yang mengikat negara.
    9. Pembacaan Keputusan RI tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya: Jika ada penerimaan tanda kehormatan, pembacaan keputusan Republik Indonesia mengenai penganugerahan ini dilakukan.
    10. Amanat Pembina Upacara: Pembina upacara menyampaikan pesan-pesan penting, termasuk semangat kebangsaan, dan persatuan.
    11. Pembacaan Doa: Doa dihaturkan Sebagai bentuk kesalehan dan permohonan, serta mendoakan bangsa dan negara.
    12. Laporan Pemimpin Upacara: Pemimpin upacara menyampaikan laporan akhir tentang kelancaran acara kepada pembina upacara.
    13. Penghormatan kepada Pembina Upacara: Proses pemberian Penghormatan terakhir diberikan kepada pembina upacara yang telah hadir dalam kegiatan Upacara HUT RI.
    14. Pembina Upacara Meninggalkan Mimbar: Pembina upacara bisa pergi meninggalkan mimbar dengan diiringi penghormatan. Hal ini menjadi tanda berakhirnya perannya dalam acara.
    15. Penutup dan Pembubaran Barisan: Upacara resmi diakhiri, dan barisan upacara dapat dibubarkan.

    Penutupan tentang Susunan Acara Upacara 17 Agustus

    Dengan mengacu pada pedoman dari pemerintah, susunan acara upacara 17 Agustus HUT RI ke 78 dapat berjalan secara teratur dan bermakna. Semua tahapan dalam upacara ini memiliki nilai semangat persatuan, cinta tanah air, dan rasa hormat kepada sejarah bangsa.

    Jadi, diharapkan melalui peringatan HUT RI ke-78 ini, masyarakat memiliki rasa semangat nasionalisme yang semakin tumbuh kuat. Serta berdoa agar negara ini semakin maju dan berjaya di masa yang akan datang.

    Artikel menarik lainnya: Ide Kreatif Banner Carnaval 17 Agustus HUT RI ke 78 untuk Meriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *