Literasi Digital

Bunuh Diri Karena Pinjol Sebuah thread dari Ismail Fahmi Founder Drone Emprit

Bunuh diri karena pinjol menjadi kabar yang mengkhawatirkan karena pinjaman tersebut bisa membuat orang stress bukan main. Ismail Fahmi memposting ulasan di sebuah media Radar berjudul “Bojonegoro: Korban pinjol hingga cerai dan (hendak) bunuh diri.”

Bayangkan saja, sebagai gambaran yang ditulis dari Radar Bojonegoro. Kalau meminjam uang di Pinjol dengan nilai Rp2 juta. Uang yang diterima Rp1,4 juta. Sementara uang yang harus dilunasi Rp2,2 juta. Jika tidak membayar lunas, maka akan mendapat ancaman dan teror.

Sang Founder Drone emprit menyarankan, “Hindari pakai pinjol. Data Pribadi Bisa Diakses.” Ia menambahkan jangan pernah sekalipun pakai pinjol. Karena sekali pakai pinjol, data pribadi kalian bakal dicengkram oleh mereka. Sebaiknya cari opsi lain, semisal pinjaman secara konvensional.

Butuh Edukasi Agar Tidak Terjadi Bunuh Diri Karena Pinjol, Korban Rata-rata Warga Pedesaan

Orang yang kepepet masalah keuangan akan mudah mengambil jalan pintas untuk mengakses pinjaman online. Karena meminjam uang di pinjaman online dari jutaan dampaknya bisa mengakibatkan harus membayar ratusan juta.

Seperti yang dialami seorang peminjam, jika ingin meminjam uang lagi diharuskan men-download aplikasi. Lalu, kejadiannya hanya untuk gali lubang dan tutup lubang utangnya. Sampai men-download 28 aplikasi.

Sehingga, apabila dihitung total utang di pinjol menumpuk hingga Rp 50 juta lebih. Sementara hanya memakai uangnya hanya pada pertama kali melakukan pinjaman sebanyak Rp 1,2 juta. Selebihnya ia gunakan untuk menutup utang.

Sehingga, untuk menutupi pinjaman satu aplikasi, sang peminjam perlu download lagi dua aplikasi. Dari dua aplikasi mendownload empat aplikasi lagi. Hal itub terjadi karena tak sanggup menutupi utang. Akhirnya terjadilah akumulasi hutang  dari Rp1,2 juta menjadi Rp50juta.

Selama belum melunasi pinjaman, staf penagihan atau desk collection (DC) melakukan upaya seperti meneror dan mencaci maki dengan kata-kata kasar. Sehingga kondisi psikisnya menjadi terganggu dan menjadi ketakutan. Akhirnya terpaksa mendownload aplikasi yang lainnya sebagai cara untuk menutupi hutang.

Lalu, sang peminjam bisa keluar dari stres setelah bertemu dengan sesama korban pinjol dan saling menyemangati keluar dari pinjaman online. Lalu, bisa melunasi utang pinjol legal sektiar Rp 17 juta. Namun, masih terjerat utang pinjol ilegal hingga Rp 25 juta dan bisa membayar sebagian.

Oleh karena kejadian di atas banyak terjadi pada masyarakat pedesaan. Maka perlu dilakukan upaya edukasi dan pemahaman mengenai pinjaman online. Agar tidak semakin banyak orang yang menjadi korban pinjol ilegal muapun legal. Karena Bungan pinjaman akhirnya sangat memberatkan dan malah harus gali lubang tutup lubang.

Jadi, bagi pembaca budiman yang sedang mengalami pinjaman online, ingat saran Ismail Fahmi, jangan sekali-kali meminjam uang di pinjol. Karena hanya membuat utang semakin bertambah dan sulit membayarnya.

Artikel menarik lainnya: Jebakan Pinjaman Online Langsung Cair Dalam Hitungan Menit Cuma Berbekal KTP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *