Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Literasi Digital

Hati-Hati Bahaya Media Digital Bagi Anak Anda

Sebagai orang tua kita harus waspada terhadap bahaya media digital bagi anak-anak kita. Berdasarkan fungsi dari pola komunikasinya, media dibagi dua, yakni media konvensional dan media digital. Media konvensional berbentuk media cetak, media penyiaran dan media audio visual. Media cetak yang dimaksud adalah koran, majalah dan tabloid. Sedangkan media penyiaran adalah radio dan televisi.

Seiring dengan perkembangan jaman, media berubah dalam format digital. Muncullah media digital berupa website berita, media sosial, toko daring, gim digital, aplikasi ponsel dll. Kemunculan media digital ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap pola kemunikasi sebuah keluarga, baik orang tua maupun anak-anak.

Masalah yang Butuh Diperhatikan dari Bahaya Media Digital

Ketika anak Anda sudah mulai keranjiangan menggunakan media digital, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, antara lain:

    • Pembuat pesan.
    • Sifat pesan.
    • Cara pesan disebarkan.
    • Dampak pesan.

Point-point di atas mempengaruhi lingkungan sosial anak-anak dan berbeda pengaruhnya terhadap orang tuanya saat kecil.

Pembuat Pesan

Bahaya media digital yang pertama adalah anak-anak juga bisa menjadi pembuat pesan. Anak-anak bisa membuat akun, eksis di media sosial, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Sayangnya, media digital memungkinkan setiap orang berhubungan dengan setiap orang, meski tidak dikenalkan sebelumnya. Ketika anak sudah berani membuat akun sendiri, maka ada ancaman dibaliknya.

Anak-anak bisa menjadi tidak aman dan tanpa privasi. Sekali lagi orang sangat mudah berkomunikasi dengannya. Tentu saja melalui akun media sosialnya. Maka, orang tua harus memperhatikan penggunaan media digital, karena dapat memberi pengaruh negatif bagi anak-anak.

Sifat Pesan

Media digital membangun dunia tanpa batas. Pesan bisa datang dari mana saja, sumbernya beragam dan dari seluruh dunia. Oleh karena, itu media digital disebut dunia tanpa batas. Masalahnya, informasi yang menyebar itu sebagian besar tidak disaring. Anak dengan mudah terpapar semua informasi. Tidak sesuai dengan norma agama dan latar belakang budaya mereka.

Sifat pesan tanpa batas tersebut sangat riskan bagi anak-anak. Karena dia bisa saja menerima informasi negatif kapanpun. Meski, harus diakui sangat banyak informasi yang positif dan tentu saja berguna. Orang tua tampaknya harus mengawasi anak-anak dalam menggunakan media digital, agar mengetahui informasi apa yang diakses oleh anak-anak setiap hari.

Penyebaran pesan

Media digital dirancang semenarik mungkin, agar pembuatnya memperoleh keuntunga secara ekonomi. Orang tua harus memami kalau penyeberan pesat media digital dapat memberikan rekomendasi konten sesuai dengan kesukaan pengguna. Sekali anak mencoba akses informasi negatif, misalnya video pornografi. Maka media digital merekomendasikan tonton informasi yang kurang lebih sama dengan sebelumnya.

Sebagai pengguna, anak Anda dapat menyebarkan informasi juga terkait dirinya pribadi. Maka orang tua selayaknya mengetahui dan memberi pemahaman pada anak, kalau informasi dirinya jangan dibagikan begitu saja. Karena bisa mengundang bahaya. Apalagi ada saja pengguna media digital menyebarkan pesan untuk tujuan tertentu, seperti agama, politik dan cenderung ke arah negatif.

Dampak Pesan

Bahaya media digital dapat terjadi dari pesan negatif yang disebarkan. Dampaknya buruk bagi anak yang doyan berseliweran di dunia maya. Isinya pesan itu dapat berupa berita palsu, kekerasan, dan pornografi. Maka, pengguna harus bisa memilah konten yang baik dan bermanfaat. Kalau digunakan dengan bijak media digital di dunia internet dapat menjadi sumber ilmu yang tidak terbatas.Tetapi apakah anak-anak dapat memilah konten yang baik bagi dirinya? Orang tua dapat bertugas menjadi pendamping anak.

Pesan di dunia digital yang sangat mudah disebarkan memiliki peluang dan risiko bagi anak-anak. Masalahnya kita tidak dapat menghindari risiko media sosial di internet dari anak-anak. Sehingga anak-anak membutuhkan perlindungan dalam mengakses pesan di dunia maya. Pada masa kekinian, orang tua tumbuh di era digital. Maka, harus pula mempelajari media digital yang sangat maju. Sayangnya tidak semua orang tua dapat melakukannya, karena masih gagap atas kemajuan dunia internet. Sehingga solusinya adalah orang tua harus memahami dunia digital.

Sumber: Digital Parenting: Mendidik Anak di Era Digital

Baca juga : Mengeluh di Media Sosial dengan Menggunakan Kata-Kata Kasar, Wajarkah

Tags

Related Articles

Close