Literasi Digital

Apa itu Steam dan Apa dampaknya Setelah diblokir oleh Kominfo?

Apa itu steam dan kenapa diributkan setelah diblokir Kominfo? Tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan blokir layanan Steam memperoleh reaksi negatif dari netizen, terutama para gamers.

Untu diketahui, steam merupakan platform Distributor Game Digital yang membantu penerbit dan pengembang untuk menjual game. Platform ini merupkan tempat pertama di mana pemain berlabuh jika mereka ingin membeli game terbaru.

Selain itu, seringkali steam memberikan penawaran penawaran menarik. Selain itu, banyak game gratis dapat diunduh dan dimainkan oleh pemain di steam. Menarikanya, ditawarkan pula layanan manajemen hak digital (DRM), korespondensi, streaming video dan server jejaring sosial.

Ini juga menawarkan kepada pengguna instalasi dan pembaruan game secara otomatis. Ada pula fitur komunitas seperti daftar teman dan grup. Selain itu, tersedia penyimpanan cloud dan fungsi obrolan suara dalam permainan.

Apa itu Steam? Berikut Penjelasannya!

Pengembangan aplikasi PC Steam dimulai dan diterbitkan di Konferensi Game Developers Congerence tahun 2002. Tes beta juga diterbitkan pada hari yang sama. Untuk menunjukkan bahwa Steam dapat diintegrasikan ke dalam permainan, pengembang bernama Rélic Entertainment membuat versi khusus dari salah satu game dari RTS, impossible Creature.

Lalu, Valve bekerja sama dengan pihak perusahaan, termasuk Acer, AT&T, serta Gamespy.  Steam juga merilis mod pertama. Pada tahun 2003, sekitar 80.000 hingga 300.000 pemain berpartisipasi dalam versi beta setelah rilis pelanggan resmi pada 12 September 2003.

Pada perkembangannya, Beberapa penerbit besar seperti Capcom, Eidos Software dan id software mulai mendistribusikan game mereka di Steam pada tahun 2007. Tanpa diduga, 13 juta akun dibuat di Steam pada bulan Mei pada tahun yang sama.

Tidak hanya itu, juga 150 game dijual di platform. Penjualan game di platform ini semakin menguntungkan. Bahkan pada tahun 2014, penjualan game terbaik di Steam memperkirakan sekitar 1,5 miliar dolar.

Setelah Mengetahui Apa itu Steam dan Kenapa Kominfo Diprotes Para Gamers?

Banyak netizen di media sosial twitter telah mempertanyakan tindakan Kementerian Komunikasi dalam pemblokiran steam. Disebabkan setiap game membeli di platform yang telah dikenakan pajak. Sejak kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informasi juga menjadi target gamers di jejaring sosial disebabkan memblokir Steam.

Di Twitter, tagar #blokirkominfo telah bergema menjadi trending topic. Menurut Kominfo, Steam diblokir karena belum mendaftarkan PSE sesuai aturan Menteri Kominfo nomor 5 tahun 2020 mengenai tentang PSE lingkup pribadi.

Jadi bukan masalah pajak. Lalu, bagaimana dengan pengembang lokal yang tidak dapat menjual  game dengan Steam? Blokir tersebut dinilai kontraproduktif dalam pengembangan permainan dan E-Sport di Indonesia.

Artikel menarik lainnya: 5 Cara Memilih Digital Agency Indonesia Terbaik

Developer yang memanfaatkan tools dari Steam, seperti GameMaker, RMXP, dan lainnya tidak dapat men-downloadnya. Selain itu, tidak bisa melakukan maintenance gam yang dirilis di Steam.

Meski begitu, Mengutip Kompas.com. Kominfo memastikan kalau tindakan blokir Steam, Counter Strike, dan Dota 2  akan dibuka. Kominfo telah berkomunikasi dengan ketiga platform digital di bawah pengelolaan Valve Corporation tersebut berhubungan dengan pendaftaran PSE.Proses pendaftaran PSE sedang dilakukan pihak Steam.

Tahukah, kawan sabumi bahwa layanan distribusi game digital Steam harus mengikuti peraturan Penyelenggara Sistem Eektronik atau PSE Lingkup Privat. Peraturan yang membuat setiap PSE asing maupun lokal harus mendaftar ulang ke kementerian. Kalau tidak melawan aturan dengan sejumlah pasal Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020.

Artikel menarik lainnya: Saring Sebelum Sharing Literasi Digital dari Kang Maman Bersama Tompi dan Glenn

3 thoughts on “Apa itu Steam dan Apa dampaknya Setelah diblokir oleh Kominfo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *